Portalika.com [WONOGIRI] – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Wonogiri menegaskan, LDII adalah ormas mandiri dan terbuka sehingga mengambil sikap politik netral aktif dalam momentum Pilkada 2024.
Untuk itu saat menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda), Kamis, 24 Oktober 2024 mengundang kedua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wabup Wonogiri.
Ketua Panitia Rapimda DPD LDII Wonogiri, Joko Santoso mengatakan Rapimda sengaja mengundang paslon Bupati-Wabup Wonogiri nomor urut 1 Tarso-Kristian Teguh Suryono (Tangguh) dan paslon nomor urut 2 Setyo Sukarno-Imron Rizkyarno (Setia).
Baca juga: DPD LDII Wonogiri Bantu Air Bersih Di Kecamatan Jatiroto Dan Kismantoro
Kedua paslon diberi kesempatan menyampaikan visi dan gagasannya jika menang dalam kontestasi 27 November nanti.
“Diharapkan, warga LDII melalui para peserta bisa mencermati apa yang disampaikan calon kepala daerahnya,” ujar dia disela-sela Rapimda yang digelar di Graha Saraswati Wonogiri.
Terkait aspirasi politik, pihaknya tegak lurus dengan arahan Ketum DPP LDII yakni netral aktif. Netral artinya tidak mengarahkan warga untuk memilih salah satu paslon sementara aktif adalah mendorong warga untuk datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya.
“Warga LDII harus datang ke TPS untuk nyoblos. Tidak boleh tidak. Harus aktif menyalurkan hak pilihnya,” tegas Joko sembari menjelaskan 530 peserta Rapimda terdiri pengurus pleno DPD bersama wanhat, ketua dan sekretaris PC beserta wanhat serta ketua dan sekretaris PAC bersama para wanhat di seluruh kabupaten.
Rapimda DPD LDII Wonogiri juga dihadiri Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono. Menurut Joko, ada sejumlah pesan yang disampaikan Ketua DPW LDII Jawa Tengah.
“Pesannya, diharapkan pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dan damai serta netral aktif. Jangan sampai ada pecah belah antar warga LDII hanya gara-gara berbeda arah dukungan,” terang Joko.
Selain itu, LDII Wonogiri juga diminta tetap menjaga sinergisitas dengan Pemkab Wonogiri maupun ormas Islam lain, seperti Hindu, Budha, Kristen dan Katholik. Tak boleh saling menjelek-jelekkan dengan ormas keagamaan lain dan tetap harus menjaga kerukunan bersama. (Triantotus)












Komentar