DPD LDII Wonogiri Bantu Air Bersih Di Kecamatan Jatiroto Dan Kismantoro

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Wilayah Kecamatan Jatiroto dan Kismantoro tahun ini masuk dalam kecamatan di Wonogiri yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih. Ada delapan kecamatan yang kekeringan.

Berdasarkan laporan, dari 15 desa dan kelurahan yang ada di Jatiroto, ada empat desa yakni Desa Guno, Desa Dawungan, Desa Boto dan Desa Brenggolo kekurangan air bersih atau sedikitnya 230 kepala keluarga terdampak di empat desa tersebut.

banner 300x250

Terpanggil dengan kondisi tersebut, keluarga besar LDII Wonogiri yang diwakili Wanhat KH Sunadi Ali Mustofa dan jajaran pengurus harian Agung Susanto, SE, Drs Jumino, MM dan Ibnu Asmoro, SSos menyerahkan bantuan air bersih sebanyak 30 tangki, Kamis (26/10/2023). Bantuan diarahkan untuk membantu warga Kecamatan Jatiroto dan Kismantoro Wonogiri yang kini dilanda krisis air bersih.

Baca juga: 380.000 Liter Bantuan Air Bersih Disalurkan Ke 1.000 Keluarga Di Bantul Dan Gunungkidul

“Musim kemarau tahun ini memang cukup panjang dan sangat terasa sehingga kita berharap bantuan ini akan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” terang Wanhat LDII Wonogiri KH Sunadi Ali Mustofa didampingi perwakilan Keluarga besar LDII Wonogiri Agung Susanto, SE kepada wartawan di Wonogiri.

Sementara itu, Kapolsek Jatiroto, Iptu Pudyono, SH, MH saat menerima secara simbolis bantuan air bersih dari DPD LDII Kabupaten Wonogiri di rumah Sayono, warga Dusun Pagersari, Desa Guno, Jatiroto, menuturkan, di Desa Guno, khususnya di Dusun Pagersari yang dilanda krisis air bersih ada 50 KK .

“Jumlah tersebut bisa bertambah lagi kalau tidak segera turun hujan. Sebab, sumber-sumber air di pegunungan Brenggolo sudah kering tidak ada airnya,” papar Pudyono didampingi Kepala Dusun Pagersari, Marsudi, SIP.

Foto bersama Kapolsek Jatiroto, Iptu Pudyono dengan pengurus LDII Wonogiri saat dropping air bersih. (Portalika.com/Santoso)

Sedang menurut Agung Susanto, pengurus DPD LDII Kabupaten Wonogiri, menyatakan bakti sosial bantuan air bersih ini dilakukan keluarga besar LDII sebagai bagian dari tugas sosial dan rasa kemanusiaan. Awalnya ia mendapatkan laporan dari pengurus PC LDII setempat terkait warga yang kesulitan mendapatkan air bersih karena dampak kemarau panjang.

“Kami berkolaborasi dengan DPP LDII dan secara spontan hanya dalam perencanaan tiga hari saja kami bisa melakukan dropping air yang ternyata memang sangat dibutuhkan di dua kecamatan ini,” ungkapnya.

Ia berharap banyak ormas atau komunitas lain yang juga merespon kondisi ini sehingga warga yang terdampak kekeringan bisa mendapatkan bantuan secepatnya. “Ini salah satu upaya langkah antisipatif untuk meminimalkan pengeluaran masyarakat akibat kekurangan air bersih,” tandasnya. (Triantotus)

Komentar