PKS Sukoharjo Komitmen Kawal Bantuan Pertanian Tepat Sasaran Tanpa Potongan

banner 468x60

Portalika.com [​SUKOHARJO] – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kedaulatan pangan dan kesejahteraan para petani di Kabupaten Sukoharjo.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Fraksi PKS DPR RI, Dr Abdul Kharis Almasyhari, bersama Ketua DPD PKS Sukoharjo, Tito Setiyo Nugroho, dalam penyerahan bantuan pertanian di Grha Satya Praja, Kompleks Kantor Bupati Sukoharjo, Senin, 3 Agustus 2026.

banner 300x250

Abdul Kharis menegaskan jajaran legislator PKS tidak hanya berhenti pada tahap memperjuangkan program dan anggaran di Senayan, melainkan memastikan pengawasan langsung hingga bantuan diterima utuh oleh masyarakat.

“Seluruh bantuan yang kami advokasi dari pusat ini akan terus kami monitor secara berkala di lapangan. Kami ingin memastikan sarana dan alat-alat ini benar-benar dirawat, digunakan secara bergotong royong oleh kelompok tani, serta berdampak langsung pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan warga Sukoharjo,” tegas Abdul Kharis.

​Senada, Ketua DPD PKS Sukoharjo, Tito Setiyo Nugroho, menyampaikan PKS di tingkat daerah siap menjadi garda terdepan untuk mengawal agar seluruh bantuan yang turun berjalan transparan dan bebas dari penyelewengan.

“Pertanian adalah basis utama Kabupaten Sukoharjo. Kepastian bahwa bantuan ini sampai secara utuh tanpa potongan merupakan komitmen yang harus kita jaga bersama. PKS Sukoharjo siap terus bersinergi dan menjadi jembatan aspirasi warga agar sektor pertanian daerah ini makin maju dan mandiri,” ujar Tito.

​Kegiatan penyerahan bantuan dari Kementerian Pertanian dihadiri Plt Bupati Kabupaten Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, SE, Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto, SP, jajaran Forkopimda (Kodim, Polres, Kejaksaan, Kasdam), serta para kepala dinas terkait.

​Plt Bupati Kabupaten Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengapresiasi perhatian terhadap sektor pertanian daerahnya dan menekankan pentingnya menempatkan petani sebagai profesi utama.

“Petani tidak hanya dijadikan sebagai profesi nomor kesekian, tapi profesi nomor satu. Karena prospek dari pertanian Indonesia ini sangat menggembirakan. Harga gabah di Sukoharjo sudah Rp7.700, bahkan sampai Rp8.000. Ini membuktikan dengan harganya yang tinggi, petani semakin sejahtera. Sehingga dari kesejahteraan itu, maka bisa menyekolahkan anak sampai tingkat level pendidikan tertinggi dan juga bisa menyejahterakan seluruh keluarganya,” ungkap Eko Sapto.

​Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Bagas, mengonfirmasi seluruh item bantuan diserahkan langsung tanpa ada pemotongan apa pun.

“Bantuan diserahkan langsung oleh Plt Bupati Kabupaten Sukoharjo Eko Sapto Purnomo kepada kelompok tani penerima. Kami pastikan bersih, tidak ada potongan sepeser pun,” jelas Bagas.

​Adapun bantuan dari Kementerian Pertanian yang berhasil diadvokasi bagi kelompok tani di Sukoharjo meliputi unit combine harvester, traktor roda empat, hand sprayer, pembuatan sumur dangkal, embung, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), hingga pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). (Naharudin)

Komentar