Wawalkot Ajak Hilangkan Stigma Anak Berpenyakit kronis maupun Berkebutuhan Khusus

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, menghadiri Champions Fest 2026 (Chronic Illness Awareness for Pediatric and Neonatal Support Festival) yang digelar di Bale Apung Taman Balekambang, Surakarta, Minggu, 2 Agustus 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 ini menjadi ajang edukasi, kolaborasi, sekaligus kampanye kepedulian terhadap anak-anak dengan penyakit kronis dan bayi yang membutuhkan dukungan neonatal.

banner 300x250

Champions Fest merupakan hasil kolaborasi LKP Suluh Kasih Bangsa, Yayasan Tunas Sehat Indonesia (YTSI), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jawa Tengah Perwakilan Surakarta. Festival ini mempertemukan berbagai yayasan, komunitas pendamping anak dengan penyakit kronis, tenaga kesehatan, serta keluarga dalam satu ruang edukasi yang inklusif dan menyenangkan.

Selain diisi sambutan dari panitia, IDAI, dan Wakil Walikota Surakarta, rangkaian kegiatan menghadirkan talkshow bertajuk “Pemantauan Nutrisi, Tumbuh Kembang, dan Imunisasi pada Anak dengan Penyakit Kronis”, penampilan komunitas pendamping anak, hiburan, serta permainan edukatif.

Komunitas yang turut berpartisipasi di antaranya Little Lupus Warrior, Ikadar, HMHI, Warrior Hati, Popti, Potads, Pejuang Cipto/KKJB/YJAI, hingga Childhood Cancer Care. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya deteksi dini, kepatuhan terapi, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dengan kondisi kesehatan khusus.

Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani mengatakan setiap anak merupakan amanah sekaligus harapan masa depan bangsa yang berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, berkembang, bermain, belajar, dan meraih cita-citanya, tanpa terkecuali anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit kronis maupun bayi yang memerlukan perawatan khusus sejak awal kehidupannya.

“Di balik setiap proses pengobatan yang panjang terdapat keteguhan hati seorang anak, kesabaran orang tua, dedikasi tenaga kesehatan, serta dukungan keluarga dan komunitas yang menjadi sumber kekuatan. Karena itu, kepedulian terhadap kesehatan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” kata Astrid.

Astrid mengatakan Champions Fest membuktikan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas secara menarik, inklusif, dan menyenangkan.

Menurutnya, festival ini tidak hanya memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan ruang apresiasi dan dukungan bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit kronis.

“Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap anak adalah champion. Mereka menunjukkan keberanian, semangat, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan yang mungkin tidak dialami oleh anak-anak seusianya. Mereka bukan hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga penerimaan, kasih sayang, kesempatan untuk berkembang, dan ruang untuk tetap menjadi anak-anak yang ceria,” ujarnya.

Astrid menegaskan Pemerintah Kota Surakarta terus berkomitmen mewujudkan kota yang ramah anak melalui penguatan layanan kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan ibu dan anak, pemenuhan hak-hak anak, serta pembangunan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurutnya, upaya tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, hingga keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi anak.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama.

“Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensinya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Astrid juga mengajak seluruh masyarakat menghilangkan stigma terhadap anak-anak dengan penyakit kronis maupun kebutuhan khusus. Ia berharap mereka diberikan ruang untuk belajar, bermain, berprestasi, dan bermimpi tanpa diskriminasi.

“Mari kita bangun lingkungan yang inklusif, saling mendukung, dan penuh empati, sehingga tidak ada satu pun anak yang merasa berjalan sendirian dalam menghadapi perjuangannya,” katanya.

Astrid menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atas cinta, ketabahan, dan pengorbanan dalam mendampingi putra-putrinya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada dokter, perawat, dan seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi mereka dalam menjaga kesehatan anak-anak Indonesia.

“Kepada anak-anak hebat yang hadir hari ini, tetaplah tersenyum, tetap semangat, dan teruslah bermimpi. Kalian adalah kebanggaan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Selamat memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Semoga Champions Fest menjadi inspirasi bagi banyak pihak mewujudkan generasi hebat,” ucapnya. (Ariyanto)

Komentar