Korban Kebakaran di Aspol Kembali ke Rumah, Pemkot Solo Berupaya Cari Hunian Alternatif

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani meninjau korban kebakaran Asrama Polisi (Aspol) Panularan yang kini tinggal sementara di aula asrama, Senin, 3 Agustus 2026.

Astrid memastikan Pemerintah Kota Surakarta terus mengupayakan penanganan bagi para penyintas, mulai dari bantuan sosial hingga mencari alternatif hunian sementara yang lebih sesuai dengan kondisi korban.

banner 300x250

Astrid mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi para korban pascakebakaran. Setelah sempat mengungsi di Loji Gandrung, sebagian korban kini kembali ke lingkungan Aspol Panularan dan menempati aula asrama karena belum memiliki tempat tinggal yang memadai.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Memang ada beberapa yang mengalami luka, tetapi kondisinya sudah membaik. Sebagian korban tinggal di rumah kerabat, sementara sebagian lainnya masih tinggal di aula Aspol,” kata Astrid.

Dalam dialog bersama para korban, Astrid menerima berbagai masukan terkait kebutuhan tempat tinggal sementara. Sebelumnya, Pemkot Surakarta telah menawarkan sejumlah unit rumah susun di Manahan, Baron, Mangkubumen, Jebres, dan Mojosongo.

Namun, tawaran tersebut belum dapat dimanfaatkan karena unit yang tersedia berada di lantai atas, sementara mayoritas korban merupakan lanjut usia.

“Kemarin hasil koordinasi sudah ditawarkan di rusun lantai empat. Namun pertimbangannya, sebagian besar korban merupakan lansia sehingga akan cukup kesulitan apabila harus naik turun setiap hari,” ujarnya.

Karena itu, Pemkot Surakarta akan terus berkoordinasi untuk mencari alternatif hunian sementara yang lebih layak dan ramah bagi para korban. Menurut Astrid, setiap solusi harus mempertimbangkan kondisi para penyintas agar tetap aman dan nyaman selama masa pemulihan.

Selain persoalan tempat tinggal, Astrid memastikan Pemerintah Kota Surakarta akan mengoptimalkan bantuan melalui Dinas Sosial maupun program-program lain yang dapat diintervensikan bagi korban kebakaran.

“Mudah-mudahan segera ada bantuan dari berbagai pihak. Pemerintah Kota Surakarta juga terus mengupayakan melalui Dinas Sosial dan beberapa program yang bisa membantu para korban sehingga mereka dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, para korban juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membantu penyediaan biaya sewa rumah sebagai solusi jangka menengah.

Menurut mereka, bantuan kontrakan akan lebih memungkinkan bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri sambil menunggu kepastian tempat tinggal.

Astrid mengatakan aspirasi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Surakarta dan akan dikoordinasikan bersama pihak-pihak terkait agar dapat ditemukan solusi terbaik bagi para penyintas.

Selain kehilangan tempat tinggal, kebakaran juga menghanguskan harta benda dan mata pencaharian warga. Sejumlah usaha kecil, seperti usaha penjualan kacamata dan laundry, ikut terbakar sehingga para korban harus memulai kembali usahanya dari awal.

Terkait penanganan jangka panjang, Astrid mengatakan Pemkot Surakarta akan terus berkoordinasi dengan Polresta Surakarta mengenai langkah-langkah lanjutan, termasuk rencana pembangunan kembali hunian di kawasan Aspol Panularan.

“Pemerintah Kota akan terus hadir mendampingi masyarakat yang sedang mengalami musibah. Harapannya, para korban dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak, bangkit kembali, dan melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik,” tandasnya. (Ariyanto).

Komentar