Polisi Diminta Berinteraksi dan Berkomunikasi dengan Masyarakat

banner 468x60

Portalika.com [KOTA SEMARANG] – Kepolisian Republik Indonesia terus beradaptasi untuk menjaga kepercayaan publik du Tengah perkembangan digital melalui komunikasi yang humanis, transparan, dan berbasis bukti. Semangat itulah yang ditanamkan Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, SIK, MSi dalam kunjungannya ke Polres Wonogiri, Rabu, 12 November 2025.

Kegiatan yang bertajuk “Manajemen Media dan Penguatan Komunikasi Publik Polri” tersebut berlangsung selama dua jam di Aula Sanika Satyawada. Acara ini dihadiri Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, SH, SIK, MPM, Wakapolres Kompol Parwanto, SH, MH serta seluruh pejabat utama dan Kapolsek jajaran.

banner 300x250

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan polri saat ini tengah melakukan transformasi besar melalui Program Presisi, yang berfokus pada peningkatan organisasi, operasional, pelayanan publik, dan pengawasan. Salah satu kunci keberhasilan transformasi ini, adalah kemampuan Polri mengelola komunikasi publik secara profesional dan kredibel.

“Kita hidup di era disrupsi informasi. Arus berita dan opini berjalan begitu cepat, bahkan sering kali tercampur dengan misinformasi dan disinformasi. Karena itu, setiap personel Polri harus mampu menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan berbasis fakta,” tegas Kombes Pol Artanto.

Dia menambahkan, kepercayaan publik terhadap Polri tidak hanya dibangun dari kinerja, tetapi juga dari cara setiap anggota berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Maka, pelatihan komunikasi humanis menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk sosok polisi yang empatik, inklusif, dan mampu menenangkan situasi di lapangan.

Dalam kegiatan ini, Kabid Humas juga memberi pembekalan teknis tentang public speaking dan storytelling, termasuk bagaimana personel Polri dapat menyampaikan capaian kinerja dengan bahasa yang sederhana namun kuat maknanya.

Contoh kasus keberhasilan diangkat menjadi bahan komunikasi sehingga membuat masyarakat dapat memahami dan merasakan langsung manfaat kehadiran Polri di tengah kehidupan sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya persiapan matang sebelum tampil di media, mulai dari penguasaan data dan pesan inti hingga menjaga bahasa tubuh serta ekspresi wajah yang representatif.

“Tampil di media bukan sekadar bicara, tapi membangun kepercayaan. Saat kita berbicara tenang, jelas, dan dengan empati, masyarakat akan melihat Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra yang bisa dipercaya,” ujar Kombes Pol Artanto.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa polri dengan semangat transformasi Presisi akan terus hadir sebagai institusi yang tidak hanya profesional dalam penegakan hukum, tetapi juga humanis dalam pelayanan publik dan komunikasi sosialnya.

“Dengan menerapkan teknik komunikasi yang baik, personel Polri dapat tampil profesional di hadapan media, menjaga kepercayaan publik, memperkuat citra positif Polri di mata masyarakat,” tandasnya. (*)

Editor: Triantotus

Komentar