Puluhan Siswa Sekolah Dasar Ikuti Kelas Inspirasi, Kenalkan Kolaborasi Wayang dan Animasi

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Puluhan siswa kelas VIC SD Muhammadiyah I Ketelan, Surakarta diajak memainkan dan mengenal wayang kulit di ruang kelas. Kelas inspirasi kali ini menjadi unik dan berbeda karena berisi materi penayangan wayang animasi.

Dua pemateri, yakni pertama Basnendar Herry Prilosadoso yang memberi wawasan mengenai kolaborasi wayang dan animasi yang menjelaskan karakter wayang yang bisa diterapkan menjadi sebuah karya animasi.

banner 300x250

Selain itu juga menayangkan video animasi dari potongan cerita Babad Alas Wanamarta kepada puluhan siswa. Sedangkan pemateri selanjutnya oleh Tri Haryoko dari Sanggar Omah Wayang Mas Kamto yang mengawali melalui ajakan menyanyikan tembang dolanan anak, yakni Menthog-Menthog dan Cublak-Cublak Suweng.

Tri Haryoko mencoba menarik siswa dengan menampilkan Punakawan sebagai tokoh utama yang menjelaskan unsur dalam Wayang, seperti gapit, tudhing, ornamen tatah sungging dan yang lainnya.

Acara dilaksanakan Jumat, 14 November 2025 menjadi tambah seru saat semua siswa dibagikan wayang agar dapat memegang dan memperagakan wayang kulit tersebut. Pengalaman ini menjadi sesuatu yang menarik, sekaligus menantang sebab aktivitas ini jarang didapat oleh anak-anak.

Seperti Baskarabumi Haidar Alif Jadaa, salah satu siswa yang terlihat antusias untuk mencoba menggerakkan tangan dari karakter salah satu Punakawan, yakni Gareng. “Asyik juga bisa memainkan wayang,” ujarnya.

Sesi kuis berupa pertanyaan seputar unsur dan nama tokoh wayang menjadikan kelas inspirasi ini menjadi seru dan meriah. Menurut Basnendar HP dengan dibantu tim mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta bahwa pelaksanaan Kelas Inspirasi ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Kemendiktisaintek 2025 dari ISI Surakarta yang berjudul Optimalisasi Seni Tradisi Wayang Kulit Melalui Pertunjukkan Kolaborasi Animasi dan Media Promosi Berbasis Multimedia.

Menurut Imam Prayitno, sebagai guru wali kelas para siswa sangat tertarik dengan cerita-cerita wayang. Mereka mendengarkan dengan saksama sambil melihat video animasi wayang yang diproyeksikan di layar monitor.

Menurut Imam, kelas inspirasi ini tidak hanya membuat siswa lebih mengenal budaya wayang, tetapi juga meningkatkan kreativitas untuk sekarang maupun masa yang akan datang.

Salah satu orang tua, Aulia Henny S merasa senang kelas inspirasi bisa membantu siswa memperkaya literasi budaya dan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. “Selain itu juga, lewat kegiatan ini juga menanamkan rasa hormat terhadap warisan leluhur,” ujar orang tua siswa Arsenio Jabriel P. (*)

Editor: Triantotus

Komentar