Ratusan Sopir Truk Salurkan Aspirasi Di Depan Kantor DPRD

Ketua DPRD Trenggalek Akan Perjuangkan Aspirasi Ke Pusat

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] – Pengusaha angkutan seluruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa serentak atas diperlakukannya aturan baru terkait muatan angkutan.

Gelar aksi ini, juga terjadi di Trenggalek, Kamis, 19 Juni 2025. Ratusan sopir truk menyalurkan aspirasi. Jalan protokol penuh dengan truk dan menjadi pusat aksi masa di depan Kantor DPRD dan masa aksi ditemui langsung oleh Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi.

banner 300x250

Aksi demo damai sebagai bentuk protes terhadap kebijakan larangan operasional truk bermuatan lebih yang diterapkan secara ketat oleh pihak berwenang.

Sejak pagi, deretan truk berbagai warna tampak memenuhi area jalan di kawasan strategis kota. Para sopir berkumpul sambil membawa kendaraannya sebagai simbol penolakan terhadap peraturan baru yang dinilai merugikan mereka secara ekonomi.

“Kami bukan tidak mau tertib aturan, tapi muatan sedikit tidak menutupi beaya operasional. Solar mahal, upah jalan tidak seimbang,” ujar salah satu sopir yang turut dalam aksi.

Kebijakan pembatasan muatan truk, yang diterapkan guna menjaga keamanan dan memperpanjang usia jalan, dianggap terlalu mendadak dan tanpa solusi alternatif bagi para pelaku angkutan barang.

Aksi ini berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat keamanan. Perwakilan sopir berharap ada dialog terbuka antara pemerintah daerah, Dinas Perhubungan dan perwakilan sopir agar dicapai solusi yang adil.

Mereka menegaskan, aksi ini bukan bentuk perlawanan, tetapi suara hati para pekerja jalanan yang menggantungkan hidup dari roda transportasi.

Didepan masa aksi Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi dalam orasinya mengatakan dirinya akan meneruskan dan memperjuangkan seluruh atensi yang ada untuk disampaikan ke DPR RI.

“Dengan adanya keluhan dari masyarakat utamanya pengusaha angkutan dan sopir truk, maka kami akan sampaikan ke pusat semoga kedepan nanti mendapatkan hasil yang memuaskan,” kata Doding (Rudi Sukamto)

Komentar