Rektor ISI Solo Minta PT Seni Harus Kokoh, Berakar Kuat Pada Tradisi

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Jateng, Dr Bondet Wrahatnala SSos MSn mengatakan perguruan tinggi (PT) seni harus berdiri kokoh, berakar kuat pada tradisi, namun tetap tumbuh menjulang untuk memberikan pengetahuan, kreativitas, dan inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Hal itu disampaikannya seusai menanam pohon beringin di Kompleks Kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulawesi Selatan (Sulsel) ketika dia mengikuti serankaian kegiatan Gelar Karya ISBI di Kabupaen Takalar Sulsel beberapa waktu lalu.

banner 300x250

Hadir pada kegiatan penanaman pohon beringin tersebut adalah Prof Dr H Muhammad Adlin Sila MA PhD sebagai penelaah kebijakan di Kemendiktisaintek RI, kemudian ada perwakilan dari Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Takalar, Wakil Rektor bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISI Solo, Dr Isa Ansari MHum beserta jajaran pimpinan di ISI Surakarta yang berkesempatan hadir di acara ini, para Kepala Sekolah SMA/SMK di Kabupaten Takalar, sejumlah pimpinan sanggar, tokoh masyarakat di Kabupaten Takalar, serta civitas akademika ISBI Sulawesi Selatan.

Menurut bondet pohon beringin bukan sekadar pohon besar yang menaungi. Pohon ini adalah lambang kehidupan, keteduhan, dan kekuatan. Dalam berbagai tradisi Nusantara, beringin dipandang sebagai pohon yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

“Akar-akarnya yang menjulur ke bumi melambangkan nilai-nilai luhur yang tertanam kuat, sementara batangnya yang kokoh dan rindangnya daun memberikan perlindungan bagi siapa pun yang berada di bawahnya,” ungkap dia.

Dia menjelaskan melalui penanaman pohon beringin ini diharapkan bisa menanam simbol komitmen bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang menumbuhkan nilai, merawat budaya, dan menciptakan masa depan.

Rektor ISI Solo, Jateng, Dr Bondet Wrahatnala SSos MSn menanam pohon beringin saat menghadiri serangkaian kegiatan Gelar Karya Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulawesi Sellatan 2025. (Portalika.com/Ist)

Demikian pula PT seni harus berdiri kokoh, berakar kuat pada tradisi, namun tetap tumbuh menjulang untuk memberikan pengetahuan, kreativitas, dan inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Selain beringin, juga disebutkan mengenai filosofi harum manis. Ini adalah nilai yang sangat indah. Dia menilai beringin juga memberikan keteduhan, sementara “harum manis” menggambarkan karakter dan kontribusi yang menyenangkan, menginspirasi, serta membawa kebaikan.

“Harumnya adalah tanda pengaruh positif, manisnya adalah pengalaman berinteraksi dengan lingkungan yang ramah, santun, dan berbudaya,” urai Bondet.

Lebih lanjut dia mengajak seluruh sivitas akademika ISBI Sulawesi Selatan untuk bersama menjadikan kampus ini bukan hanya tempat berteduh secara fisik, tetapi tempat bernaung secara intelektual dan kultural.

“Mari jadikan pohon beringin ini sebagai pengingat bahwa tugas kita adalah memberikan keteduhan bagi masyarakat, menyebarkan harum kebaikan, serta menghasilkan karya-karya manis yang dapat dinikmati bangsa,” kata dia yang akrab disapa Mas Rektor ini.

Jaga Lingkungan Dan Rawat Budaya
Penanaman pohon tersebut juga dinilai merupakan simbol komitmen kolaborasi antara berbagai institusi yang hadir di sini, baik dari dunia akademis, pemerintah, komunitas masyarakat, dengan ISI Solo dan ISBI Sulsel.

Kolaborasi ini ibarat akar yang saling menguatkan, cabang yang tumbuh bersama menuju langit yang sama. Diharapkan kerja sama itu tidak hanya berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi berkembang menjadi sinergi akademik, artistik, dan kultural yang berjangka panjang.

“Saya percaya, ketika semua elemen ini saling terhubung, maka akar budaya bangsa menjadi lebih kuat, dan karya-karya yang dilahirkan pun akan semakin beragam dan bermakna,” pungkas Mas Rektor.

Dia mengajak semua yang hadir untuk menjadikan penanaman pohon beringin ini bukan hanya seremonial, tetapi sebuah janji. Janji dimaksud adalah untuk menjaga lingkungan, merawat budaya, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

Dia berharap pohon beringin yang ditanam bisa tumbuh besar, memberikan naungan, dan menjadi saksi berkembangnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan penuh integritas.

Juga menjadi pengingat bahwa kerja keras, nilai-nilai luhur, dan kolaborasi adalah akar yang membuat seseorang kuat. Diharapkan dari akar itu tumbuh cabang-cabang karya, inovasi, dan prestasi yang menaungi banyak orang. (Iskandar)

Komentar