Portalika.com [JAKARTA] – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyoroti sejumlah isu penting dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Mantan Ketua FKUB Depok, Habib Muksin Alatas terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembinaan Ideologi Pancasila. Anggota Baleg DPR RI, Darmadi Durianto, mengapresiasi paparan narasumber dan menggarisbawahi tiga isu pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RUU ini.
“Saya senang mendengar presentasi Pak Habib Muksin Alatas. Kesimpulannya jelas bahwa Pancasila bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan Islam,” ujar Darmadi dalam rapat yang digelar di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 September 2025.
Darmadi menegaskan memasukkan unsur penumbuhan rasa cinta tanah air ke dalam RUU Pembinaan Ideologi Pancasila menjadi hal yang penting. “Bagaimana kita memasukkan ini supaya bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air? Ini yang paling mendasar saya pikir,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Darmadi juga menyoroti pentingnya revitalisasi BPIP agar RUU Pembinaan Ideologi Pancasila menjadi lebih sempurna. Ia mempertanyakan rekomendasi revitalisasi yang diusulkan Habib.
“Revitalisasi itu berarti memperbaharui atau menguatkan. Nah, ini masukan sangat penting dalam kita membuat undang-undang ini. Kira-kira Pak Habib bisa lebih konkret, revitalisasi seperti apa yang disarankan supaya undang-undang ini bagus?” tanyanya.
Selain itu, Darmadi menekankan bahwa penegakan hukum yang lemah menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pengamalan Pancasila. Ia mencontohkan fenomena korupsi yang masih marak dan budaya permisif masyarakat terhadap pelaku korupsi.
“Banyak orang korupsi sudah ditangkap masih ketawa-ketawa, senyum-senyum. Bahkan ketika keluar dari tahanan masih diterima sebagai VIP. Mestinya kalau orang sudah koruptor besar, masyarakat menolak, seperti penyakit menular. Tapi di sini justru disambut karena nyumbangnya banyak,” ungkap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. (hal/rdn)
Editor: Triantotus












Komentar