Sambut Pemudik, Boyolali Siap Sulap Simpang Siaga Menyerupai Malioboro Yogyakarta

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] – Musim mudik 2026 telah tiba menyusul berakhirnya Bulan Ramadan 1447 Hijriah. Sedangkan Kabupaten Boyolali, Jateng yang letaknya strategis di antara dua kota besar di Jateng yakni, Semarang dan Kota Solo tentu ikut dilintasi para pemudik.

Guna menyambut para pemudik yang melintas di kota berslogan Tersenyum ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali ditopang stakeholder menggelar berbagai hiburan seni budaya yang dikemas dalam Boyolali City Light (BCL) 2026.

banner 300x250

“Sejak 17 Maret 2026 kan sudah memasuki cuti bersama sehingga mereka yang mudik ke Boyolali atau yang lewat Boyolali akan merasakan perbedaan Boyolali yang sekarang. Tapi kami tetap menyediakan beberapa media dan konsumsi, seperti ala Malioboro, Yogyakarta,” papar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Boyolali, Adi Setiyawan ketika ditemui awak media seusai mengikuti pembukaan BCL 2026 di Halaman Perpustakaan Daerah Pemkab Boyolali, Remen Maos belum lama ini.

“Jadi mereka mau menyediakan omplong atau lainnya silahkan. Ini dimungkinkan karena kalau di Boyolali yang menjadi daya tarik di antaranya adalah lighting-nya,” tegas dia.

Menurut dia event ini memang sengaja disuguhkan untuk para pemudik Lebaran 1447 H/2026 M. Planing ini dinilai serupa dengan kegiatan semacam tahun 2025 silam. Saat itu kegiatan juga digelar bertepatan dengan musim mudik seperti sekarang ini.

Pihaknya mengaku bersyukur bisa menyelesaikan BCL 2026 dengan konsep wajah baru Boyolali maju. Wajah baru yang dimaksud, di antaranya seiring selesainya revitalisasi tahap pertama pedestrian di Simpang Siaga yang diinisiasi PHRI didukung Bupati Boyolali. Karena itu pada musim mudik ini pihaknya antusias menggelar BCL kali kedua.

Dia berharap gelaran ini bisa memberi dampak positif terhadap ekonomi lokal di Boyolali. Kegiatan ini menjadi suatu wadah bagi para musikus, seni, budaya dan lain-lain untuk mengeksplore kemampuan masing-masing.

Dengan demikian, kata Adi, mereka ada tempat untuk berekspresi di Simpang Siaga. “Kami menggandeng elemen-elemen tersebut agar mereka mau menampilkan apa yang mereka inginkan di Boyolali,” ungkap dia.

Terkait itu pihaknya men-support kebutuhan mereka seperti panggung, sound system, lingting dan sebagainya. Dengan demikian mereka yang mengisi acara bisa menampilkan kebisaan dengan fasilits yang disediakan secara gratis.

Dia menegaskan event ini memang sengaja disuguhkan untuk para pemudik Lebaran 1447 H/2026 M. Planing ini serupa dengan kegiatan semacam tahun 2025 silam. Ketika itu kegiatan digelar bertepatan dengan musim mudik seperti sekarang ini.

“Nanti setiap hari pengisi acara yang akan tampil menghibur berbeda-beda. Apalagi saat ini peserta yang telah mendaftar banyak sekali bahkan lebih banyak dibanding tahun lalu,” kata dia.

Bupati Boyolali, Agus Irawan menyerahkan piagam penghargaan kepada wakil Bank Jateng saat pembukaan Boyolali City Light (BCL) 2026 belum lama ini. (Portalika.com/Iskandar)

Sponsorship yang ikut berpartisipasi pada kegiatan tahun ini bahkan diklaim lebih banyak dibanding tahun lalu. Beberapa sponsor yang tahun lalu belum berpartisipasi, sekarang mulai bergabung.

Dengan demikian para pelaku usaha lebih gampang ketika diajak bekerja sama. Karena pihaknya sudah mempunyai portofolio.

Pencurian Fasilitas Umum
Sementara itu Bupati Boyolali, Agus Irawan menegaskan agar seluruh warga menjaga semua ornamen kabupaten, termasuk ornamen event BCL 2026. Hal itu dikemukakan menyusul adanya pencurian sejumlah barang di fasilitas umum pada area tersebut.

“Ingat itu semua adalah aset kita bersama, ini adalah aset Kabupaten Boyolali. Karena itu kami mengetuk kepada seluruh masyarakat Kabupaten Boyolali dan pengunjung yang ada di sekitaran Simpang Siaga, [Ornamen] baru kita bangun, dan belum lama tetapi sudah ada beberapa kejadian [pencurian-red],” ungkap dia.

Berdasar laporan yang dia terima, ada beberapa barang milik Pemkab Boyolali hilang. Karena itu dia mengajak warga agar ikut menjaga bersama-sama aset tersebut.

“Semoga ke depan Boyolali akan lebih baik lagi dan lebih menarik lagi, sehingga akan ada banyak orang yang berkunjung lagi ke Kabupaten Boyolali. Ini tentu akan meningkatkan atau menarik investor masuk ke Boyolali,” kata dia.

Menurut Agus dengan masuknya investor, maka pendapatan daerah juga akan meningkat sehingga diharapkan berimbas pada menurunnya angka kemiskinan di Boyolali. Selain itu dengan pemasangan ornamen-ornamen BCL, juga akan memberi kesan baik kepada seluruh pemudik di yang melintas di Boyolali. (Iskandar)

Komentar