Solo, Geliat Kota Konser Yang Berkembang Pesat

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Ribuan orang berkumpul di halaman parkir Pamedan Pura Mangkunegaran Solo, Minggu, 15 Juni 2025 malam. Mereka mulai berdatangan sejak pukul 16.00 WIB untuk menyaksikan event konser Latihan Pestapora Solo, dengan dimeriahkan sejumlah band Tulus, HIV, The SKIT, Rony Parulian, dan JKT48.

Diketahui latihan Pestapora adalah rangkaian pre-event menuju Pestapora di Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO, Kemayoran, Jakarta tanggal 20 – 22 September 2024 dan Solo menjadi pemberhentian pertama dari Latihan Pestapora 2025.

banner 300x250

Penonton pesta pora yang didominasi anak muda ini mulai dimanjakan lagu-lagu penyanyi jebolan Indonesian Idol, Rony Parulian tampil memukau, bawakan sejumlah lagu dari album Rahasia Pertama.

Rony membuat histeris kaum hawa yang sudah menunggu penampilannya di Latihan Pestapora, dengan lagu Sepenuh Hati; Tak Ada Ujungnya; Angin Rindu; Mengapa; dan ditutup dengan lagu Pesona Sederhana.

Tak berhenti disitu, Tulus tampil mempesona bawakan 9 lagu di puncak Latihan Pestapora Solo, termasuk Ruang Sendiri dan Hati-Hati di Jalan. Interaksi dengan fans dan penampilan romantis ditutup dengan lagu Tujuh Belas.

Walikota Solo,Respati Ardi beserta istri, Vanessa Winastesia tampak ikut terbawa suasana menikmati setiap alunan musik berbaur bersama penonton lainnya dengan berdiri.

Tak hanya itu, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X juga turut menyaksikan konser langsung.

Momen yang dinanti-nanti pun datang, JKT48 tampil di atas panggung. Penampilan JKT48 juga yang ditunggu-tunggu oleh Wota di Latihan Pestapora. Dengan mengenakan costum princess, 12 member JKT menyajikan penampilan yang memukau dan energik.

Mereka membawakan sekitar tujuh lagu, JKT 48 juga menyanyikan lagu barunya yang berjudul Bibir yang Telah Dicuri.

Portalika.com/Ariyanto

Dengan event ini menguatkan Kota Solo, Kota Konser Yang Berkembang Pesat, telah menunjukkan diri sebagai salah satu kota yang aktif dan dinamis dalam menggelar berbagai event dan konser musik.

Seiring dengan gencarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam menyelenggarakan event-event bergengsi, tidak hanya kegiatan tersebut yang meriah, tetapi juga jumlah wisatawan yang menginap di Kota Solo meningkat secara signifikan.

Keterlibatan Karang Taruna dan Disabilitas

Latihan Pesta Pora sendiri melibatkan anak-anak SMP dalam menampilkan karya pembuatan tong sampah untuk digunakan di Latihan Pestapora Solo di lokasi Pamedan.

Sedangkan anak muda Karang Taruna dan disabilitas KTP Solo terlibat langsung workshop kerja dan volunteer event Latihan Pestapora Solo.

Tak hanya itu, latihan Pesta Pora juga memberikan diskon tiket khusus pelajar di Kota Solo. TP PKK Surakarta juga terlibat langsung dalam menyediakan makanan konsumi pada panitia event Pesta Pora.

Diketahui, sebanyak 100 orang lolos seleksi mengikuti Latihan Kerja Workshop Pestapora gratis bertema Pekerja Event di Pendopo Loji Gandrung, Kota Solo, Kamis,12 Juni lalu.

Pelatihan kerja pada peserta workshop pekerja event bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang industri event.

Pelatihan sendiri dibagi beberapa kelompok, yakni Divisi Production, Divisi Digital & Creative, Divisi Program, Divisi Talent Manajemen, Divisi Akreditasi & Ticketing.

Ini merupakan terobosan Walikota Solo Respati yang mewajibkan semua event organizer dan promotor transfer ilmu pada anak muda Solo, agar tidak hanya jadi penonton ketika ada event besar di Kota Solo.

“Waktu puskreator datang. Lalu bikin pelatihan Pestapora. Saya sampaikan, sebagai cah Solo merasa kemarin ada event-event gede kita kok cuman jadi penonton sih. Kayaknya transfer ilmu pengetahuan yang bisa dikerjain ini,” ujar Respati, Kamis, 12 Juni 2025.

Dia mengatakan pelatihan ini juga merespons keluhannya EO promotor Jakarta ke Solo keluhkan EO lokal tidak ada yang standar mereka. Atas dasar itu .semua promotor yang bikin acara di Solo bisa memanfaatkan EO lokal.

“Maka dari itu pertama kali saya terapkan pengennya semua promotor yang bikin acara di Solo bisa memanfaatkan EO lokal. Pelatihan pekerja event ini sebagai permulaan,” ucap dia. (Ariyanto/*)

Komentar