Portalika.com [KLATEN] – Kasus perundungan atau bullying pada anak-anak seringkali tidak disadari, baik oleh korban maupun pelaku. Prihatin akan hal ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Revalina Elisativani Krisania Lisdiono, meluncurkan program edukasi unik di dua sekolah dasar di Klaten.
Revalina, seorang mahasiswa dari Program Studi Bimbingan Konseling, menjalankan program ini sebagai bagian dari tugas individu KKN. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 02 Somokaton pada 29 Juli 2025, dan di SDN 01 Somokaton pada 4 Agustus 2025. Selama pelaksanaannya, Revalina mendapatkan bimbingan dan dukungan penuh dari guru-guru di kedua sekolah tersebut.

Mengusung tema “Pemahaman Tentang Bahaya Bullying Melalui Media Kertas Origami,” program ini dirancang khusus agar mudah diterima oleh siswa sekolah dasar. Media origami dipilih karena dianggap sebagai cara yang menyenangkan dan interaktif untuk menyampaikan materi yang cukup berat.
Melalui program ini, siswa diajak memahami secara rinci bahaya bullying yang sesungguhnya. Mereka juga diajak membangun kesadaran diri (self-awareness) tentang dampak buruk perundungan. Dengan memiliki kesadaran ini, diharapkan anak-anak akan lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan dapat membantu teman-teman yang menjadi korban.
Lebih lanjut, Revalina menjelaskan bahwa pemahaman tentang bullying sangat penting. “Dengan adanya pemahaman, anak-anak akan mendapatkan kesadaran dan dapat membantu korban yang terkena tindakan bullying,” ujarnya. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, suportif, dan ramah bagi semua siswa.
Selain menggunakan kertas origami, sosialisasi juga diperkuat dengan media visual seperti PowerPoint dan video. Siswa diajak menonton dan memahami materi yang disampaikan, kemudian diminta menuliskan pemahaman mereka di papan khusus. Metode ini bertujuan agar anak-anak benar-benar mengerti apa itu bullying, ciri-cirinya, dan dampak negatif yang ditimbulkannya.
Revalina menyadari bahwa di usia sekolah dasar, tindakan-tindakan kecil yang termasuk bullying masih sering terjadi. Oleh karena itu, edukasi dan pengawasan terus-menerus sangat diperlukan agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terus berlanjut. Program ini menjadi langkah awal yang penting untuk menanamkan pondasi etika dan kepedulian di kalangan generasi muda.
Penulis: Revalina Elisativani Krisania Lisdiono, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta












Komentar