Tak Puas Hasil Pemghitungan Suara, Warga Demo, 600 Personel Keamanan Dikerahkan

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Warga menggelar demo setelah melihat hasil penghitungan suara tidak memuaskan. Aksi massa berlangsung hingga bentrok dengan petugas keamanan.

Sebanyak 600 personel keamanan lintas sektor dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa tersebut. Awalnya proses pemungutan suara di salah satu TPS selesai. Seluruh tahapan berjalan lancar namun ada protes dari warga yang tak puas dengan hasil penghitungan.

banner 300x250

Upaya negosiasi tidak berhasil dan massa semakin beringas. Itulah gambaran simulai sistem pengamanan kota (sispamkota) di Alun-Alun Satya Negara, Sukoharjo, Senin (25/9/2023).
Simulasi digelar untuk memastikan kesiapan personel gabungan dalam pengamanan Pemilu 2024.

Baca juga: Polda Jateng Gelar Simulasi Pengamanan Tahapan Pemilu, Termasuk Siapkan Patroli Siber

Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit, bercerita skenario simulasi proses di TPS selesai tetapi berujung protes warga. Menanggapi hal itu, Polres Sukoharjo bersama stake holder terkait melaksanakan pendekatan persuasif agar situasi tetap aman dan warga yang mengajukan protes bisa melalui jalur ketentuan.

Namun, ada provokasi hingga berujung ricuh di tempat yang menjadi simulasi di Kantor KPU. Personel Polres dengan sigap menghalau aksi massa yang anarkis hingga bisa dibubarkan.

Portalika.com/Ist

Dalam simulasi itu juga ditunjukkan operasi skala besar oleh tim gabungan untuk memastikan kondusivitas wilayah Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo mengungkapkan, dalam latihan itu sebanyak 600 personel terlibat dalam Sispamkota ini. Adapun beberapa komponen yang dilibatkan meliputi TNI-Polri, KPU, Bawaslu , Satpol PP, dan Pemkab Sukoharjo.

“Dari 600 tersebut, 400 di antaranya personel Polres Sukoharjo dan 200 di antaranya merupakan personel dari TNI, dan Satpol PP,” jelasnya.

AKBP Sigit menuturkan, dalam menghadapi momentum pesta demokrasi Pemilu 2024, Polres Sukoharjo perlu menggelar simulasi ini dengan tujuan Pemilu dapat berjalan denga naman dan lancar.

Portalika.com/Ist

“Dan latihan Sispamkota yang digelar ini untuk mengantisipasi apabila terjadi kerawanan saat Pemilu. Semoga dengan upaya-upaya ini, Pemilu 2024 dapat berjalan denga aman dan lancar,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Czi Slamet Riyadi. Dandim mengungkapkan latihan ini perlu dilaksanakan agar anggota siap dalam memberikan pengamanan pada saat pesta demokrasi 2024.

Dandim menegaskan TNI juga akan selalu siap dalam mem back-up Polri dalam pengaman Pemilu 2024 agar berjalan denga naman dan lancar.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Sukoharjo tentunya akan memfasilitasi seluruh kegiatan Pemilu.

“Sebab di tahun pemilu 2024 mendatang, akan ada satu rangkaian mulai pilpres hingga pilkada, sehingga persiapan Sispamkota Polres Sukoharjo ini digelar cukup baik,” paparnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan aturan pemerintah daerah akan memberikan dana hibah sebagai bentuk fasilitas Pemilu 2024 mendatang. (Triantotus)

Komentar