Portalika.com [SURAKARTA] — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta menggelar seminar bertajuk “Diseminasi Ide Model Pengabdian Masyarakat yang Berkelanjutan dan Emansipatoris,” Selasa, 30 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan gagasan pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan nyata di masyarakat.
Dalam seminar yang dihadiri oleh jajaran Dekan Uniba dan perwakilan BEM se-Solo Raya ini, Rahadi, selaku Presidium KAHMI MD Surakarta dan Ketua Dewan Pembina Yayasan PSA Bocahpintar Karanganyar, hadir sebagai salah satu narasumber utama. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan pengabdian masyarakat terletak pada pendekatan emansipatoris.
Rahadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta yang sudah melaksanakan kegiatan di desa dengan melebur Bersama Masyarakat, sehingga memahami keluh kesah dan pikiran masyarakat.
Lebih lanjut menurut Rahadi, model membaur dengan masyarakat ini didasari oleh pandangan yang menempatkan masyarakat tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai objek penerima bantuan, melainkan harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses perubahan sosial.
“Pendekatan emansipatoris berarti kita hadir untuk membersamai masyarakat, bukan mendominasi. Ketika masyarakat dilibatkan secara aktif, maka program pengabdian akan lebih berkelanjutan dan memberi dampak jangka panjang,” tegas Rahadi.
Pernyataan ini selaras dengan tujuan kegiatan untuk mendorong lahirnya kesadaran kritis mahasiswa agar mampu merancang pengabdian yang transformatif dan berpihak pada nilai keadilan sosial.
Sinergi Metodologi dan Praktik Lapangan
Selain pendekatan emansipatoris, seminar ini juga menghadirkan Wakil Rektor I Uniba Surakarta, Pramono Hadi, yang menyoroti pentingnya metodologi riset seperti Participatory Rural Appraisal (PRA) sebagai fondasi awal sebelum terjun ke lapangan.
Sebagai bukti konkret dari diskursus ini, BEM KM UNIBA Surakarta telah mengimplementasikan model tersebut melalui program pengabdian di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, yang berlangsung sejak 4 Juli hingga 12 Desember 2025. Program tersebut melibatkan partisipasi aktif warga desa dan menjadi contoh nyata praktik pengabdian yang tidak hanya bersifat jangka pendek.
Melalui kegiatan ini, BEM KM Uniba Surakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. (*)
Editor: Suryono












Komentar