Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X, 6 Tokoh Peroleh Kekancingan

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Keraton Mangkunegaran menggelar Tingalan Jumenengan Kaping 4 Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (SUJ) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkoenagoro X di Pendhapa Ageng, Pura Mangkunegaran, Selasa, 27 Januari 2026.

Acara Tingalan Jumenengan Dalem Kaping 4 SIJ KGPAA Mangkoenagoro X dibuka dengan penampilan Korps Musik Korem Warastratama bersama Bregada Mangkunegaran yang membawakan Mars Pareanom dan defile, sebagai sambutan kepada para tamu undangan yang telah hadir.

banner 300x250

Tamu yang hadir Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka dan istri, Selvi Ananda, Bambang Wuryanto, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Setyo Sukarno, Bupati Wonogiri dan Respati Achmad Ardianto, SH, MKn, Walikota Surakarta

Sedangkan penerima kekancingan yakni KRMH Hariadhi Anggoro (Kanjeng Pangeran Hario Hariadhi Anggoro Kadarisman), Bambang Wuryanto (Kanjeng Pangeran Bambang Wuryanto), Ivan Yustiavandana (Kanjeng Pangeran Ivan Yustiavandana).

Kemudian Setyo Sukarno (Kanjeng Raden Tumenggung Setyo Sukarno), Dr H.Arief Rahman, SIP, MSi (Kanjeng Raden Tumenggung Dr H Arief Rahman, SIP, MSi) dan Dr Bondet Wrahatnala, SSos, MSn (Kanjeng Raden Tumenggung Dr Bondet Wrahatnala, SSos, MSn)

Prosesi Tingalan Jumenengan berjalan khidmat, terutama ketika Beksan Bedhaya Anglir Mendung ditampilkan. RNgtT Dr Peni Candra Rini juga memberikan sebuah persembahan dengan judul ‘Asmaradhana Djiwa Djiwa’ pada Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X.

Peralihan dari Je 1958 menuju Dal 1959 dimaknai bukan sekadar pergantian penanggalan, melainkan fase reflektif untuk menata kembali arah langkah. Tahun Je menitikberatkan pada puncak pertumbuhan dan pengembangan, kemudian periode Dal menjadi waktu untuk menguji konsistensi nilai, memperjelas orientasi, serta memastikan setiap langkah tetap
berakar pada jati diri budaya.

Dalam konteks ini, Mangkunegaran menegaskan komitmennya untuk bergerak dengan perencanaan yang matang, berkelanjutan, dan selaras dengan perkembangan masyarakat.

Melalui Sabda Dalem, Tingalan Jumenengan menjadi kesempatan bagi KGPAA Mangkoenagoro X, menyampaikan pesan untuk menjaga ruang hidup melalui kesadaran serta mewujudkan keselarasan hidup.

“Dalam menjalani hidup seorang manusia harus meneliti suatu tujuan tetapi tidak boleh kehilangan arah dan cara. Seperti falsafah penunggang kuda, arah perlu dipahami. Melangkah dengan konsisten serta kerja keras jalani dengan ketekunan,” tutur KGPAA Mangkoenagoro X dalam Sabda Dalem Tingalan Jumenengan.

Sekitar 1.000 masyarakat yang terdiri dari siswa Sekolah Menengah Pertama, komunitas serta warga di sekitar Pura Mangkunegaran terlibat dalam Tingalan Jumenengan, merupakan upaya agar masyarakat, khususnya generasi muda, berperan aktif dalam berbagai kegiatan di Mangkunegaran, baik yang bersifat tradisi maupun nontradisi.

Dalam Tingalan Jumenengan tahun ini juga menghadirkan pasar rakyat Mangkunegaran Night Market di Pamedan Mangkunegaran, yang bertepatan dengan Wiyosan Setu Pon.

Penampilan beksan dari Panti Budaya Mangkunegaran, berbagai stan kuliner, fesyen, cendera mata, dan aktivitas dari komunitas di Kota Surakarta hadir memeriahkan Pamedan Mangkunegaran sebagai bentuk kolaborasi bersama Mangkunegaran dalam mengembangkan kebudayaan.

Tingalan Jumenengan Dalem Kaping 4 SIJ KGPAA Mangkoenagoro X menjadi arah laku Mangkunegaran satu tahun kedepan, terus dirawat keberlanjutannya. Mangkunegaran mengupayakan kebahagiaan yang dirawat melalui kesederhanaan dan dijaga lewat kesadaran bersama. (Ariyanto)

Komentar