Portalika.com [SURAKARTA] – Masalah konsentrasi dan fokus belajar sering kali menjadi hambatan utama bagi remaja dalam mencapai prestasi akademik yang optimal. Menyadari hal tersebut, Laila Jeni Ramanda, mahasiswa Praktik Latihan Bimbingan Konseling (PLBK) dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, melaksanakan layanan konseling individual bagi santriwati di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah II Surakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program praktik lapangan Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisri. Fokus utama dalam layanan individu kali ini adalah menangani permasalahan kurangnya fokus belajar yang dialami oleh salah satu santriwati panti.
Laila Jeni Ramanda menjelaskan bahwa kurangnya fokus belajar pada remaja di lingkungan panti asuhan sering kali dipicu oleh padatnya jadwal aktivitas serta pikiran yang terbagi antara tuntutan akademik dan tugas-tugas asrama.
“Banyak santriwati yang merasa sulit berkonsentrasi saat belajar karena merasa lelah secara mental atau terdistraksi oleh hal-hal lain. Melalui konseling individual, kita mencoba mencari akar masalah dan solusi yang paling efektif bagi personal tersebut,” ungkap Laila.
Dalam proses konseling ini, Laila menggunakan pendekatan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC). Teknik ini diawali dengan membangun hubungan baik, dilanjutkan dengan penggunaan scaling question untuk mengukur sejauh mana tingkat ketidakfokusan yang dirasakan, serta miracle question untuk membantu konseli membayangkan kondisi ideal saat ia mampu fokus belajar.
Hasil dari sesi konseling ini adalah terciptanya langkah-langkah kecil yang disepakati bersama, seperti teknik pengaturan jeda istirahat dan penciptaan lingkungan belajar yang minim gangguan. Dengan pendekatan yang berfokus pada solusi, konseli diharapkan mampu mengambil kendali atas konsentrasinya secara mandiri.
Pihak pengurus Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah II Surakarta sangat mengapresiasi bantuan intensif yang diberikan melalui layanan individu ini. Menurut pengurus, perhatian personal seperti ini sangat dibutuhkan untuk membantu anak asuh yang memiliki kendala spesifik yang mungkin tidak terselesaikan hanya melalui bimbingan kelompok.
Kegiatan ini membuktikan komitmen mahasiswa PLBK Unisri dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan yang profesional dan empati, diharapkan para santriwati di Panti Asuhan Aisyiyah II Surakarta dapat kembali menemukan motivasi serta fokus belajarnya demi meraih cita-cita di masa depan. (*)
Editor: Suryono












Komentar