Undip Tutup Akhir Tahun 2025 Dengan Kebermanfaatan Bagi Sesama Melalui Penyerahan Perangkat Filtrasi Air di Padang

banner 468x60

Portalika.com [PADANG, SUMATRA BARAT] – Universitas Diponegoro (Undip) menuntaskan aksi tanggap darurat penyediaan air minum aman bagi warga terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan tersebut direalisasikan melalui penerjunan sekaligus serah terima perangkat filtrasi air yang ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa darurat bencana.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Padang menyebabkan sumur-sumur warga terendam dan kualitas air bersih menurun. Kondisi tersebut diperparah dengan belum berfungsinya jaringan perpipaan secara optimal.

banner 300x250

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Sumatera Barat, situasi ini menyulitkan warga memperoleh akses air minum yang layak.

Merespons kondisi di lapangan, Undip mengirimkan perangkat filtrasi air ke lokasi terdampak pada 25 Desember 2025. Perangkat tersebut dirancang untuk mengolah sumber air yang tersedia di sekitar permukiman warga agar dapat dimanfaatkan sebagai air minum, khususnya pada situasi darurat ketika akses air bersih sangat terbatas.

Sebelum dimanfaatkan secara penuh di lapangan, perangkat filtrasi air terlebih dahulu melalui tahap pemeriksaan dan uji coba fungsi yang dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025. Uji coba dilakukan menggunakan sumber air waduk dengan kondisi awal berwarna sedikit kecokelatan.

Hasil pengukuran awal menunjukkan nilai Total Dissolved Solids (TDS) sebesar 68 ppm dengan pH 7,3. Setelah melalui proses filtrasi dan pengelolaan menggunakan perangkat tersebut, kualitas air mengalami perbaikan, ditandai dengan penurunan nilai TDS menjadi 7 ppm dan pH berada pada kisaran 6,8.

Secara visual, air hasil olahan tampak lebih jernih dan berada dalam rentang kualitas air minum yang sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk air minum, sehingga dapat dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

Serah terima bantuan dilaksanakan di Kota Padang dengan Universitas Diponegoro bertindak sebagai pihak pertama, yang diwakili oleh Prof Dr I Nyoman Widiasa, ST, MT dan Anggun Puspitarini Siswanto, ST, PhD.

Bantuan diterima oleh pihak kedua, yakni Politeknik Negeri Padang, yang diwakili langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir Revalin Herdianto, ST, MSc, PhD. Prosesi ini menandai berakhirnya tahap penerjunan sekaligus dimulainya pemanfaatan perangkat filtrasi di lapangan.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Undip memastikan perangkat yang diberikan dapat segera digunakan untuk mendukung kebutuhan air minum masyarakat terdampak banjir, terutama pada fase tanggap darurat hingga awal pemulihan pascabencana.

Aksi ini merupakan bagian dari Program Undip Peduli Bencana serta bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dalam upaya penanganan bencana dan penguatan ketahanan masyarakat. (*)
Editor: Triantotus

Komentar