Portalika.com [WONOGIRI] – Jembatan Diponegoro di Desa Boto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri bisa dilalui setelah selesai dikerjakan anggota Kodim 0728/Wonogiri beserta warga desa di program TMMD Tahap III TA 2025 Kodim 0829/Wonogiri.
Mereka selama 30 hari menyelesaikan berbagai pekerjaan fisik dan resmi ditutup, Kamis, 21 Agustus 2025.
Penutupan ditandai dengan pemotongan pita dilokasi pengerjaan TMMD serta penandatanganan prasati jalan dan jembatan oleh Dandim 0728/Wonogiri yang disaksikan jajaran Forkopimda Wonogiri dan Forkopincam Jatiroto serta warga Desa Boto.
Usai diresmikan, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono disaksikan jajaran Forkopimda, Forkopincam Jatiroto serta warga sekitar memberikan nama jembatan yang baru diresmikan dengan nama Jembatan Diponegoro.
Dandim 0728/Wonogiri berharap jembatan dan jalan penghubung antar Dusun tersebut, akses menuju objek vital bisa ditempuh lebih cepat, aman dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini mampu meningkatkan semangat kebersamaan serta kegotong-royongan untuk mengatasi persoalan yang ada di daerah, seperti membuka akses jalan dusun maupun desa yang tadinya terisolasi sehingga menjadi terbuka,” ujarnya.
Dana sebesar Rp844 juta terdiri dari APBD Provinsi Jateng Rp169 juta dan APBD Kabupaten Wonogiri Rp675 juta merampungkan jembatan sepanjang 5,80 meter lebar 5 meter dan tinggi 4,5 meter, beton rabat jalan sepanjang 955 meter, gorong-gorong dan talud sebanyak tiga titik, gorong-gorong terjunan satu titik, talud empat titik dan talud sayap kanan kiri jembatan. (*)
Editor: Triantotus












Komentar