Kolaborasi BPIP, Trop BRC Dan KKN TI IPB, Gelar Lomba Untuk Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu Kecamatan Karangtengah

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader posyandu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia bersama Tropical Biopharmaca Research Center (Trop BRC) IPB dan Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Integratif (KKN TI) Institut Pertanian Bogor di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC).

LCC diinisiasi Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi, selaku dosen pembimbing lapang KKN di Desa Ngambarsari. Lomba ini diadakan sebagai sebuah langkah proaktif dalam memperkuat peran kader posyandu dalam melayani masyarakat setempat.

banner 300x250

Perlombaan diikuti kader Posyandu di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat, 2 Agustus 2024 di Balaidesa Ngambarsari dan diikuti 42 peserta yang terbagi menjadi beberapa tim dari lima desa di Kecamatan Karangtengah.

Baca juga: Variasi Produk Olahan Ikan Sekitar WGM Penting Untuk Penanggulangan Stunting Dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Adapun desa yang berpartisipasi pada kegiatan ini di antaranya Desa Ngambarsari, Karangtengah, Purwoharjo, Jeblogan dan Desa Temboro. Lomba ini juga dihadiri berbagai narasumber dari BPIP RI, Trop BRC, IPB serta Puskesmas Karangtengah. Para narasumber yang hadir berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan para kader posyandu yang berasal dari lima desa di Kecamatan Karangtengah.

Kehadiran para pakar ini diharapkan dapat memotivasi dan memberikan wawasan baru serta meningkatkan kompetensi para kader dalam menjalankan tugas mereka di lapangan.

LCC Sebari atau Sehat Bersama Ngambarsari diikuti antusiasme serta mencerminkan semangat belajar dari para kader posyandu. LCC dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melayani masyarakat serta memperkuat pengetahuan para kader tentang pelayanan prima bidang kesehatan di tingkat desa, edukasi gizi seimbang serta implementasi pada kehidupan sehari-hari.

Kader posyandu memiliki peran vital untuk mendidik dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak-anak. Namun, keterbatasan terhadap informasi kesehatan dan gizi di desa tersebut mendorong ketiga pihak melaksanakan kegiatan LCC.

Program ini diinisiasi dengan keyakinan bahwa peningkatan kapasitas kader posyandu akan berdampak langsung pada peningkatan taraf kesehatan masyarakat di Kecamatan Karangtengah.

Portalika.com/Ist

Dengan memberikan wadah kompetisi yang tidak hanya mengasah pengetahuan dan keterampilan mereka serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkembang, harapannya kegiatan ini bisa memberikan kebermanfaatan langsung pada masyarakat dan lingkungan.

Lomba yang dilaksanakan mengadopsi format yang menantang namun menarik, di mana peserta harus menjawab berbagai pertanyaan yang mencakup topik-topik penting seperti posyandu, pangan dan gizi, penggunaan bahan herbal serta pengetahuan mendalam tentang ideologi Pancasila.

Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi, menuturkan lomba cerdas cermat Sebari 2024 bukan hanya sekadar menentukan pemenang, tetapi lebih dari itu, yakni sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan bagi kader posyandu.

“Melalui lomba ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang kesehatan dan gizi, serta memperdalam pemahaman tentang ideologi Pancasila, yang menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi saat membuka acara tersebut.

LCC mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, yang turut berkontribusi dalam kesuksesan pelaksanaan kegiatan. BPIP turut hadir memberikan pemahaman mengenai implementasi dari ideologi pancasila di bidang kesehatan kepada para ibu-ibu kader posyandu.

Diwakili oleh Direktur Jaringan dan Pembudayaan, Toto Purbiyanto, SKom, MTI, BPIP percaya lomba cerdas cermat ini adalah salah satu bentuk implementasi ideologi Pancasila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami dari BPIP percaya, nilai-nilai Pancasila harus bisa diterapkan dalam semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan. Adanya kegiatan ini tentunya tidak hanya menjadi ajang unjuk kecerdasan bagi ibu-ibu kader, tetapi juga sebagai sarana memperdalam kesadaran gotong royong dan kepedulian terhadap sesama di bidang kesehatan yang mencerminkan sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia,” ujar Toto di Balaidesa Ngambarsari, Wonogiri.

Selain itu, Tropical Biopharmaca Research Center (Trop BRC) IPB juga hadir memberikan pengetahuan dan penyusunan soal mengenai penggunaan bahan herbal sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Tidak ketinggalan, kehadiran Camat Karangtengah dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Karangtengah, khususnya para bidan desa, menambah legitimasi dan semangat acara.

Kelancaran pelaksanaan program ini tidak lepas dari pembiayaan yang didukung oleh BPIP RI dan Trop BRC, yang menunjukkan komitmen kedua lembaga ini dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Ngambarsari, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB Desa Ngambarsari, bidan desa, serta kader Posyandu dari lima desa di Kecamatan Karangtengah, yang berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Pelaksanaan lomba diawali dengan babak penyisihan yang dibagi menjadi empat grup. Setiap grup berkompetisi dalam menjawab soal-soal yang telah disusun dengan cermat oleh panitia.

Terdapat beberapa jenis pertanyaan dalam setiap babak, antara lain pertanyaan wajib, wajib-rebut, cepat-tepat dan rebutan. Peserta tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan luas tetapi juga kecepatan dalam berpikir dan bertindak.
Babak penyisihan ini berfungsi sebagai seleksi awal untuk menentukan tim-tim yang akan maju ke babak final.

Setiap tim harus mengakumulasi poin sebanyak mungkin untuk bisa melaju ke babak berikutnya dan berpeluang meraih gelar juara utama, yakni Juara I, II, III serta kategori tim terbaik.

Lomba Cerdas Cermat Sebari 2024 menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara desa-desa di Kecamatan Karangtengah. Dengan adanya kompetisi yang sehat, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih kuat dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Perlombaan ini adalah bukti nyata bahwa dengan kemauan dan usaha, perubahan yang signifikan dapat dimulai dari tingkat desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan adanya kolaborasi ini, harapan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di Kecamatan Karangtengah akan semakin dekat menjadi kenyataan. Namun, tantangan ke depan tidaklah ringan.

Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama dalam hal pemberdayaan dan pembinaan kader posyandu secara berkelanjutan. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, lembaga swasta, maupun masyarakat, sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program.

Dengan kerja sama yang solid, diharapkan kader posyandu tidak hanya menjadi lebih terampil dan berpengetahuan luas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di desa mereka masing-masing. (*)

Penulis: Miksalmina Fitri
Editor: Triantotus

Komentar