Portalika.com [SUKOHARJO] – Pranan Jambu Festival yang merupakan festival tahunan segera digelar di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Jambufest diharapkan mengangkat potensi desa sebagai penghasil jambu air.
Berbagai perlombaan akan digelar mulai dari balapan bronjong sisih hingga memikul jambu akan di gelar pada festival jambu pada tanggal 5 hingga 7 September 2025.
Festival ini menampilkan berbagai kegiatan seperti kirab budaya, pawai bronjong yang digunakan untuk mengangkut buah dan lomba-lomba unik lain dan gunungan jambu air sebagai bentuk syukur atas panen melimpah.
Tujuannya untuk mempromosikan dan membangun branding Desa Wisata Pranan sebagai daerah penghasil jambu air.
Kepala Desa Pranan, Sarjanto, Senin,1 September 2025 menjelaskan memasuki akhir bulan Agustus ini sudah dua kali panen di mana jambu tersebut melimpah ruah. Pasalnya kali ini warga sehari mampu memanen sekitar 20 ton jambu Wulung yang akan disebar di berbagai kota wilayah di Solo Raya.
“Kali ini para pengepul buah di Pranan mampu mengirim di berbagai luar pulau Jawa seperti Palangkaraya dan Medan,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Camat Polokarto, Hery Mulyadi. Dia menjelaskan, Kecamatan Polokarto merupakan sentral penjual dan penghasil buah-buah banyak petani di desa seperti Pranan ini menjadi pusat destinasi wisata buah salah satunya buah Wulung buah jambu Wulung yang menjadi incaran para warga.

Tidak hanya itu di Polokarto juga terdapat beberapa buah alfukat yang sudah menanam dan panen seluas 5 hektar. Selain itu ke depan jika ada beberapa tanaman mangga lainnya yang akan dibikin seperti Desa Pranan tidak hanya itu jambu kristal juga ada di Kecamatan Polokarto dan menjadi destinasi wisata petik buah yang menjadi andalan warga setempat.
Lomba memikul jambu akan menguji kekompakan dan ketangkasan peserta. Puncak dari festival ini adalah pembagian gunungan jambu air sebagai ungkapan syukur atas panen melimpah.
Dia berharap dengan Pranan Jambu Festival dapat menarik lebih banyak wisatawan dan pelancong untuk mengenal lebih dekat tentang keunikan dan potensi Desa Pranan sebagai produsen jambu air. Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan pertanian.
“Dengan dukungan dan partisipasi dari masyarakat, festival ini akan menjadi salah satu daya tarik wisata yang tidak hanya mempromosikan produk lokal, tetapi juga melestarikan budaya dan tradisi desa. Mari kita sambut Pranan Jambu Festival sebagai wujud syukur dan keberhasilan desa dalam mengolah potensi alamnya yang melimpah,” jelasnya. (Naharudin)











Komentar