Portalika.com [SOLO] – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengembangkan hidrogen sebagai bahan bakar mobil. Pengembangan Riset Hidrogen dilakukan oleh Guru Besar UNS sekaligus Kepala Program Studi (Kaprodi) S-3 Ilmu Lingkungan, Prof Dr Drs Pranoto, MSc dan tim yang bekerja sama dengan beberapa kampus, diantaranya RUDN University, Rusia dan Telkom University. Pengembangan Bahan Bakar Hidrogen diinisiasi sebagai bentuk pengabdian dan dukungan pengembangan Energi Hijau atau Green Energy.
Acara ini diawali dengan Diskusi dan Penandatanganan Kerja sama antara Telkom University selaku pihak pertama dengan UNS selaku pihak kedua di Ruang Rapat Serbaguna Pascasarjana UNS, Selasa, 5 Desember 2023. Kerja sama ini berisi tentang kolaborasi kagiatan pembelajaran, studi lanjut, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), jurnal publikasi, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Pihak UNS diwaliki oleh Dekan Pascasarjana, Prof Drs Sutarno, MSc, PhD dan Pihak Telkom University diwakili oleh Dekan Fakultas Elektro, Dr Bambang Setia Nugroho, ST, MT. Selain diskusi dan sharing, dilanjutkan dengan pemasangan alat Hydrogenyzr pada mobil dengan sistem hybride.
Baca juga: Profita Indonesia Pemenang Best Booth Di Ajang Demo Day Semesta Wirausaha Merdeka 2023
Pemasangan alat tersebut dilakukan oleh teknisi dari Telkom University dan disaksikan Dekan Pascasarjana UNS beserta jajarannya. Hydrogenyzr merupakan reaktor hidrogen, teknologi alternatif untuk mengatasi permasalahan konsumsi bahan bakar secara berlebih, alat ini dapat menghemat konsumsi bahan bakar minyak pada kendaraan motor bakar dengan menghasilkan hidrogen dari air.
Kemudian alat tersebut dikoneksikan dengan mesin mobil. Keunggulan setelah dipasang Hydrogenyzr suara mesin lebih halus, getaran berkurang dan asap cenderung berkurang bahkan jika dicek dikenalpot mobil terasa lembab efek dari uap air. Bahan bakar yang terpakai cenderung lebih sedikit dan hemat bahan bakar.
Kepala Program Studi (Kaprodi) S-3 Ilmu Lingkungan UNS, Prof Dr Drs Pranoto, MSc, berharap pengembangan riset ini dapat ditingkatkan, terutama penggunaan bahan bakar Hidrogen.
“Mengingat pengembangan hidrogen sebagai bahan bakar di Indonesia masih sangat minim maka kami dari UNS menggandeng beberapa kampus diantaranya Telkom University dan RUDN University, Rusia. Sehingga pengembangan riset ini dapat membawa UNS menjadi kampus yang lebih maju serta mendukung energi hijau yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah Indonesia,” ujar Prof Pranoto. (Triantotus)












Komentar