Ketua MK Suhartoyo Terima Penghargaan Bhakti Justicia di Dies Natalis ke-46 Unisri Solo

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Acara puncak peringatan Dies Natalis ke-46 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng terasa spesial bagi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia, Dr Suhartoyo, SH, MH. Betapa tidak, laki-laki kelahiran Sleman, DI Yogyakarta 15 Oktober 1959 ini pada Jumat, 26 Juni 2026 dianugerahi penghargaan bergengsi Bhakti Justicia dari Unisri.

Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo, MPd langsung menyerahkan penghargaan Bhakti Justicia ini. Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi, integritas, dan konsistensi Suhartoyo dalam menjaga konstitusi serta supremasi hukum di Indonesia.

banner 300x250

Sutoyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tamu undangan, khususnya kepada Ketua MK RI yang menempuh pendidikan tinggi di tiga universitas yaitu Universitas Islam Indonesia, Univeresitas Tarumanegara dan Universitas Jayabaya ini.

Menurut Sutoyo penganugerahan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengakuan nyata atas perjuangan menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pemberian penghargaan Bhakti Justicia ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap komitmen beliau dalam menjaga marwah konstitusi. Kami berharap, langkah beliau menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Unisri, khususnya mahasiswa hukum, untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kejujuran,” tegas Sutoyo saat ditemui awak media seusai acara.

Dia juga mengemukakan pentingnya sinergi dan dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, serta para mitra strategis yang selama ini ikut membesarkan Unisri Solo di era digital dan globalisasi.

Dia mengklaim selama 46 tahun berdiri, Unisri terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang berintegritas serta kompeten.

Lebih lanjut Suhartoyo yang menjadi Ketua MK Periode 2023–2028 ini mengemukakan orasi ilmiah yang dibacakan di Unisri bertema “Menjaga Konstitusi, Merawat Keadilan: Kolaborasi Mahkamah Konstitusi dan Perguruan Tinggi Dalam Negara Hukum Demokratis”.

Dia mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Unisri atas penghargaan yang diterimanya.

Dia berpendapat bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial, sebagai garda terdepan dalam melahirkan pemikir hukum yang kritis, beretika, dan berintegritas.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di Mahkamah Konstitusi untuk terus bekerja sebaik-baiknya demi tegaknya keadilan di Tanah Air. Unisri telah menunjukkan peran sertanya dalam membangun kesadaran hukum masyarakat. Saya berharap universitas ini terus melahirkan calon-calon pemimpin masa depan,” papar Ketua MK ini.

Lebih lanjut, Suhartoyo juga menyoroti berbagai tantangan hukum di masa depan, terutama di era digital. Isu-isu mutakhir seperti pemanfaatan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan perlindungan data pribadi, memerlukan sinergi yang ketat antara MK dan dunia akademik, agar Indonesia tetap tegak sebagai negara hukum yang demokratis dan bermartabat.

Reformasi Kelembagaan Menuju Masa Depan

Di sisi lain, Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo, memaparkan langkah-langkah strategis yang telah diambil pihak yayasan. Sejak Januari 2022, Unisri telah melakukan reformasi sistem remunerasi dan tata anggaran terstruktur guna mendongkrak kinerja institusi secara keseluruhan.

Apresiasi juga datang dari Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi, MPd. Dia menyatakan bahwa usia 46 tahun merupakan momentum refleksi strategis yang sangat tepat bagi Unisri.

“Ini saat yang tepat untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui sekaligus meneguhkan langkah-langkah menghadapi masa depan. Dies Natalis bukan sekadar perayaan bertambahnya usia,” papar dia.

Sementara itu perayaan puncak Dies Natalis ke-46 Unisri Solo ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, mitra industri, hingga tokoh masyarakat.

Acara disemarakkan dengan berbagai penampilan seni budaya serta penyerahan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi.

Rangkaian upacara ditutup dengan prosesi penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), serta penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Seluruh elemen kampus berkomitmen penuh untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia, selaras dengan napas perjuangan Pahlawan Nasional, Slamet Riyadi. (Iskandar)

Komentar