Siswa Kelas IV SDN Randusari Dilatih Kenali Emosi Untuk Menghargai Orang Lain

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unisri Solo melaksanakan program Individu dengan layanan klasikal bertema Pengembangan Keterampilan Sosial dan Emosional Anak Melalui Media Kartu Emosi. Peserta siswa SDN 3 Randusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Devina Putri Nur Hanifah, menyatakan program ini dirancang khusus untuk siswa kelas IV di SDN 3 Randusari, Kecamatan Slogohimo.

banner 300x250

“Keterampilan sosial dan emosional merupakan fondasi penting dalam perkembangan anak, yang mencakup kemampuan berinteraksi dengan orang lain, mengelola emosi dan membangun hubungan yang sehat. Di era yang semakin kompleks ini, siswa perlu dibekali dengan kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi mereka secara efektif,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa KKN Ajak Pelajar SDN 1 Randusari Memahami Manfaat Menabung Sejak Dini

Oleh karena itu, ujarnya, programnya hadir dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran interaktif dan menyenangkan melalui penggunaan kartu emosi.

“Program layanan klasikal ini menggunakan media kartu emosi yang dirancang untuk membantu siswa mengenali, mengidentifikasi dan mengekspresikan berbagai jenis emosi. Kartu-kartu ini menampilkan ilustrasi wajah dengan ekspresi berbeda, yang mewakili berbagai emosi seperti senang, sedih, marah, takut, terkejut dan lain-lain,” jelasnya.

Portalika.com/Ist

Menurut Devina, melalui kegiatan kelompok, siswa diajak untuk berdiskusi mengenai situasi-situasi yang dapat memunculkan emosi tertentu. Siswa akan diajarkan cara mengenali emosi melalui cerita pendek.

Siswa juga akan mempelajari teknik-teknik sederhana untuk mengelola emosi negatif, seperti teknik pernapasan, relaksasi dan berbagi perasaan dengan teman atau guru. Melalui berbagai aktivitas kelompok, anak-anak akan belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, dan membangun empati terhadap sesama.

Selain berdiskusi siswa diminta untuk menuliskan perasaan emosi mereka di sebuah sticky not lalu ditempel di sterofoam. Kegiatan tersebut dilakukan setiap pagi agar siswa dapat belajar bagaimana mengungkapkan perasaan dan membantu siswa mengenali berbagai perasaan yang mungkin dialami setiap hari, seperti senang, marah, takut, terkejut, dan sedih.

Portalika.com/Ist

“Dengan memahami emosi sendiri, siswa juga belajar untuk memahami perasaan orang lain, sehingga siswa bisa lebih berempati. Selain itu, ketika siswa bisa mengenali dan mengungkapkan emosi dengan jelas, komunikasi dengan teman, guru dan orang tua menjadi lebih baik dan lebih efektif,” katanya.

Melalui program ini, Devina berharap siswa kelas 4 di SDN 3 Randusari dapat mengembangkan keterampilan sosial dan emosional mereka dengan lebih baik. Dengan kemampuan ini, mereka diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih percaya diri dan positif.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih supportif dan inklusif di sekolah. Kehadiran program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling dalam mendukung perkembangan siswa di lingkungan sekolah.

Dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami dan menerapkan pelajaran yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan KKN ini, diharapkan semakin banyak siswa yang mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, empatik dan memiliki keterampilan sosial yang baik. (Heris)

Komentar