Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kelompok 25 di Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Wafaa Salimatul melaksanakan sosialisasi meningkatkan mental health pada peserta didik melalui penyuluhan.
Kegiatan program kerja individu ini telah dilaksanakan pada Rabu, 31 Juli 2024 di SMPN 2 Jatipurno. Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB. Kegiatan sosialisasi disambut baik oleh kepala sekolah dan seluruh guru yang ada di SMPN 2 Jatipurno.
Wafaa Salimatul merupakan mahasiswi program studi bimbingan dan konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisri Surakarta. Mental health atau kesehatan mental, ujarnya, adalah aspek penting yang sering terabaikan.
Ditengah-tengah tekanan dan tuntutan hidup yang semakin kompleks, penting bagi kita untuk memahami betapa berharganya memiliki kesehatan mental yang baik. Salah satu kunci menjaga kesehatan mental adalah dengan positive mindset.
Sosialisasi ini diadakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya memiliki pemikiran yang positif pada kehidupan. Dengan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, diharapkan setiap peserta didik dapat memikirkan kesehatan mentalnya dengan melihat kebutuhan mental mereka.
Sosialisasi ini juga menjelaskan kepada kita semua bahwa segala yang terjadi dalam kehidupan kita dan hal-hal yang terlihat sangat sepele padahal itu penting bagi kehidupan kita.
Wafaa menjelaskan tujuan dari sosialisasi ini adalah meningkatkan kesadaran, pemahaman wawasan dan kualitas hidup peserta didik tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengelola stres.
Di era saat ini peserta didik dapat pemahaman yang lebih baik untuk memiliki pola pikir yang positif atau mindset dalam menjaga kesehatan mental. Sosialisasi terbagi menjadi dua sesi.
Pertama untuk pelajar kelas VIII A dan VIII B, sesi kedua untuk kelas VIII C dan VIII D. Penyampaian materi dari pihak narasumber telah tersampaikan secara maksimal dengan penyampaian yang seru, menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Narasumber menyampaikan materinya dengan cara yang berbeda dalam.setiap sesi karena menyesuaikan peserta didik yang ada. Pada saat sesi pertama peserta didik lebih banyak terdiam dari pada sesi kedua peserta didik sangat berinteraktif dengan narasumbernya, sehingga penyampaian materi menggunakan pendekatan yang berbeda. (Heris)












Komentar