Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga Desa Jatirejo

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Desa Jatirejo, yang terletak di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri merupakan desa yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian. Namun, para petani di desa ini seringkali dihadapkan pada tantangan dalam memperoleh pupuk yang berkualitas dan terjangkau.

Harga pupuk kimia yang terus meningkat dan dampaknya terhadap kesuburan tanah serta lingkungan membuat banyak petani mulai mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Fauziah Maharani Sekar Langit, memberikan salah satu solusi yang sedang dikembangkan adalah pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga, khususnya sisa-sisa sayur dan buah.

banner 300x250

Sosialisasi dan pelatihan pembuatan POC ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Jatirejo tentang cara mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi pertanian.

Baca juga: Sosialisasi Dan Pelatihan Digital Marketing Produk Inovatif Menggunakan Platform Sosmed Dan E-commerce Di Desa Ngelo, Jatiroto

Dengan memanfaatkan sisa-sisa sayur dan buah, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Agustus 2024 di rumah ketua kelompok tani Tenggar, Jatirejo. Sosialisasi dan pelatihan ini melibatkan sekitar 13 peserta yang terdiri dari kelompok tani Tenggar, Mayong dan Ngangsi.

Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi oleh pemateri, yang menjelaskan tentang pentingnya penggunaan pupuk organik cair, manfaat, kelebihan atau kekurangan dan cara pengaplikasian pupuk.

Setelah sesi sosialisasi, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair. Para peserta diajarkan bagaimana cara mengumpulkan dan mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti sisa sayur, kulit buah, air cucian beras (leri), molase (digantikan dengan gula jawa) dan EM4 (Effective Microorganisms).

Proses pembuatan pupuk organik cair ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja dengan menggunakan peralatan yang ada di rumah. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses fermentasi, pengadukan dan penyimpanan pupuk organik cair.

Setelah pelatihan, para peserta berhasil membuat pupuk organik cair yang siap digunakan untuk menyuburkan tanaman mereka. Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Jatirejo diharapkan dapat mengembangkan keterampilan ini secara mandiri dan bahkan menjadikannya sebagai usaha sampingan yang potensial.

Ada empat manfaat yang diperoleh dari penggunaan pupuk organik cair ini antara lain, peningkatan kesuburan tanah karena pupuk organik cair dapat meningkatkan kandungan nutrisi di dalam tanah sehingga tanaman tumbuh lebih subur dan sehat.

Kedua, pengurangan limbah rumah tangga, dengan memanfaatkan sisa sayur dan buah, jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan dapat dikurangi secara signifikan. Ketiga, penghematan beaya karena masyarakat tidak perlu lagi membeli pupuk kimia yang mahal sebab pupuk organik cair dapat dibuat sendiri dengan beaya yang sangat rendah.

Keempat, dampak positif terhadap lingkungan sebab penggunaan pupuk organik cair membantu mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia.

Dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair di Desa Jatirejo ini, Fauziah menilai kegiatannya merupakan langkah awal yang positif dalam mendukung pertanian berkelanjutan di desa tersebut.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala dan ilmu yang didapatkan oleh masyarakat dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada sesama petani di desa lain. Dengan demikian, pertanian di Desa Jatirejo akan semakin maju, berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Heris)

Komentar