Program Dospulkam Gelar Pelatihan MPASI Dari Ikan Wader Sebagai Penanggulangan Stunting Di Desa Ngambarsari

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Puluhan kader posyandu, PKK dan Ibu balita dari 15 dusun di Desa Ngambarsari berkumpul di aula Balaidesa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Sabtu, 13 Juli 2024 untuk mengikuti pelatihan MPASI ikan wader yang dilakukan oleh tim dosen pulang kampung (Dospulkam) Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai upaya penanggulangan stunting di Desa Ngambarsari.

Desa Ngambarsari sampai saat ini memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menanggulangi kasus stunting yang tiap tahunnya masih tergolong tinggi. Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak seusianya.

banner 300x250

Berbagai hal dilakukan oleh pihak desa untuk merespon masalah ini, salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan program Dosen Pulang kampung Institut Pertanian Bogor yang diketuai Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi yang menggandeng seorang dosen yang ahli di bidang gizi masyarakat, Dr Agr Eny Palupi, STP, MSc sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Baca juga: Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Dorong Kemajuan Ekonomi Desa Ngambarsari Dengan Transformasi Digital Bagi UMKM Lokal

Inovasi pencegahan stunting yang diusulkan program Dospulkam oleh bu Ninuk dan tim yaitu pelatihan pembuatan MPASI dari ikan wader untuk menangani masalah stunting dengan pemberian makanan yang bergizi pada anak. Kepala Desa Ngambarsari menyambut baik program ini dan memandangnya sebagai ikhtiar yang dilakukan untuk menangani permasalahan stunting.

Selain Kepala Desa Ngambarsari, antusiasme peserta untuk merespon program ini dapat dilihat dari kehadiran 81 peserta yang terdiri dari kader posyandu, kader PKK dan ibu balita dari 15 dusun di Desa Ngambarsari.

Berdasarkan hasil riset Dr Agr Eny Palupi, STP, MSc ikan wader dapat dengan mudah didapatkan di sekitar Desa Ngambarsari memiliki kandungan protein, kalsium, zat besi dan zinc tinggi. Ikan wader dapat diolah menjadi berbagai menu yang salah satunya menjadi abon untuk MPASI yang bergizi dan menarik bagi anak-anak.

Pada pelatihan ini proses pengolahan MPASI dari ikan wader dipraktekkan melalui demonstrasi masak. Harapannya MPASI berbahan dasar ikan wader ini mampu meningkatkan konsumsi protein hewani sebagai pangan lokal di Desa Ngambarsari.

Portalika.com/Ist

Bukan hanya pengolahan abon ikan wader, pelatihan ini juga mendemokan pembuatan MPASI nasi tim dengan bahan beras putih, kacang merah, wortel serta bayam sehingga nilai gizinya lebih lengkap. Dengan begitu Ibu bayi diharapkan dapat membuat MPASI dengan lebih mudah dengan memanfaatkan pangan lokal tanpa mengurangi kelengkapan serta kualitas dari zat gizi untuk perkembangan bayi yang optimal, sehingga dapat membantu mengurangi angka stunting.

Acara inti dari pelatihan ini adalah demo pembuatan abon ikan wader dan nasi tim yang diperagakan oleh chef Umi bersama 10 mahasiswa KKN-TI IPB. Tak hanya itu, disela-sela demo pembuatan MPASI terdapat sesi tanya jawab baik dari peserta ataupun dari pembicara.

Semangat peserta tak hanya sampai pada kehadirannya, tapi mereka duduk, mendengarkan serta memperhatikan dengan seksama apa yang di demokan dan disampaikan lalu menuliskannya di buku catatan masing-masing.

Selain itu, guna mengetahui perubahan pengetahuan yang terjadi pelatihan MPASI ikan wader ini mempersiapkan sistem pretest posttest dalam bentuk kuisioner yang disebarkan melalui link Google formulir. Peserta diberikan waktu di awal sebelum materi untuk mengerjakan pretest dan di akhir setelah materi untuk mengerjakan post test.

Setelah dilakukan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan mengenai kekayaan zat gizi pada ikan wader dan peningkatan motivasi kader untuk mengelola MPASI dengan memanfaatkan keragaman olahan pangan lokal di Desa Ngambarsari.

Penulis : Izzul Fahma Arrosyida
Editor: Triantotus

Komentar