KKN Unisri Lakukan Sosialisasi Stop Bullying Di SDN 2 Jatipurwo

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengisi program kerja (proker) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), salah satunya melaksanakan kegiatan sosialisasi stop bullying di SD Negeri 2 Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Proker inilah yang dilakukan salah seorang anggota kelompok 22 KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Liska Fernanda Widia Citra. Liska, sapaan akrabnya, mengajak para siswa di SDN 2 Jatipurwo, Wonogiri, Jawa Tengah untuk memahami lebih dalam tentang bahaya bullying dan pentingnya menjaga perilaku baik terhadap sesama.

banner 300x250

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang dampak negatif dari tindakan bullying dan bagaimana cara menghindarinya. Dengan pendekatan yang interaktif, para siswa diajak untuk mengenali berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying fisik, verbal, hingga bullying secara online, yang semakin marak di era digital ini.

Baca juga: Mahasiswa KKN PPM Unisri Solo Kenalkan Batik Ecoprint Kepada Peserta Didik SDN 2 Jatipurno

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa dapat terbangun sejak dini agar mereka mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan penuh rasa saling menghargai.

Dalam sosialisasi tersebut, Liska mengadakan sesi permainan yang melibatkan siswa-siswi kelas IV. Melalui permainan yang menyenangkan dan sketsa singkat yang mudah dipahami, siswa diajarkan untuk mengenali situasi yang berpotensi menjadi tindakan bullying.

Mereka juga didorong untuk berbagi pengalaman pribadi dan memberikan pendapat tentang langkah yang harus diambil jika menyaksikan atau mengalami bullying. Antusiasme siswa sangat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta semangat mereka dalam mengikuti setiap kegiatan.

Portalika.com/Ist

Keterlibatan aktif para siswa menunjukkan bahwa mereka sangat peduli dan tertarik untuk memahami isu bullying lebih dalam. Selain itu juga memperkenalkan konsep Teman Baik yang mendorong para siswa untuk saling mendukung dan melindungi satu sama lain.

Dalam sesi ini, siswa diajak untuk tidak menjadi penonton pasif ketika melihat tindakan bullying terjadi di sekitar mereka. Sebaliknya, mereka didorong untuk menunjukkan empati dan keberanian dengan melaporkan tindakan tersebut kepada guru atau orang dewasa lainnya yang dapat membantu.

Pesan ini disampaikan dengan cara yang sederhana namun efektif, sehingga anak-anak merasa lebih percaya diri untuk bertindak jika dihadapkan dengan situasi bullying. Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan sekolah dapat menjadi tempat yang lebih menyenangkan, aman, dan mendidik bagi semua siswa.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons yang sangat positif dari siswa-siswi SDN 2 Jatipurwo. Anak-anak merasa senang dan dengan penuh perhatian mendengarkan materi yang disampaikan mengenai stop bullying. Semoga dengan kegiatan ini, para siswa dapat menerapkan pemahaman yang telah mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan penuh dengan kebaikan. (Heris)

Komentar