Pikirkan Dampak Negatif Dulu Dan Tidak Ada Bullying Di Sekolah

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unisri Surakarta kelompok 38 mengadakan sosialisasi hukum lingkungan sekolah bebas bullying di SDN 02 Rejosari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.

Mahasiswa mengedukasi anak-anak dan remaja untuk menjadi contoh yang positif dengan memilih untuk saling menghormati di sekolah, di rumah, di lingkungan sekitar, serta di dunia maya.

banner 300x250

Mahasiswa Unisri, Ramadhani Noviana Yogi Wardhani, Fakultas Hukum dengan dosen pembimbing lapangan, Dra Sri Riris Sugiyarti, MSi ingin melakukan tujuan dari diselenggarakannya pencegahan bullying adalah untuk mendukung sekolah dan lingkungan lainnya untuk membantu anak-anak dan remaja, staf sekolah, orang tua, serta tenaga profesional lainnya yang bekerja bersama anak-anak untuk memahami definisi dari saling menghormati.

Baca juga: KKN PPM UNISRI Sosialisasi Pencegahan Bullying di SD Negeri 2 Cangkring, Wonogiri

Mengapa sangat penting untuk mencegah bullying? Hal ini sehubungan dengan berbagai dampak negatif yang dapat timbul setelah seseorang menjadi korban perundungan. Sebab, efek yang timbul tidak hanya dirasakan oleh individu yang menjadi korban, namun juga pada komunitas di sekitarnya.

Salah satu dampak yang cukup sering terjadi pada individu yang menjadi korban dari bullying adalah gangguan kesehatan mental, termasuk di antaranya depresi dan kecemasan. Selain itu, rasa sedih dan malu juga bisa memengaruhi kehidupan korban perundungan.

Portalika.com/Ist

Ironisnya, semakin sering bullying terjadi, komunitas di sekitarnya kerap menganggapnya sebagai suatu hal yang umum dilakukan dan semakin banyak orang akan meniru perilaku tersebut. Jika dibiarkan, hal ini dapat menjadi kebiasaan buruk di masyarakat.

Mencegah bullying dapat dilakukan dengan membantu individu yang bekerja erat dengan anak-anak seperti guru, staf sekolah, orang tua dan sebagainya. Dengan demikian, anak dapat mengenali apa saja yang dimaksud dengan bullying dan pada tahap ini, edukasi mengenai berbagai aspek negatif yang terlibat dan dampak yang akan terjadi juga sebaiknya dilakukan.

Agar anak-anak dapat mengembangkan potensinya dengan baik, perlu ditekankan edukasi seputar pentingnya mencegah aktivitas bullying, terutama di sekolah dan rumah. Dengan peran aktif orang tua serta seluruh perangkat sekolah, tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan optimal. (Heris)

Komentar