Portalika.com [WONOGIRI] – Desa Boto merupakan salah satu desa yang terletak pada Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Walaupun memiliki lahan yang luas tetapi tanah pada desa ini tidak cocok untuk beberapa jenis tumbuhan seperti sayur-sayuran, tetapi untuk tanaman seperti singkong, jambu mete, dan pohon jati dapat tumbuh dengan subur di tanah Desa Boto.
Selain itu, pada beberapa tempat di desa ini juga mengalami kesulitan air. Salah satu solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut untuk menunjang ketahanan pangan yaitu dengan menanam dengan sistem hidroponik.
Sosialisasi yang diselingi workshop pembuatan hidroponik sederhana ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat setempat tentang cara pertanian yang lebih modern dan berkualitas. Karena bertanam dengan sistem hidroponik tidak menggunakan tanah melainkan menggunakan air dan nutrisi sebagai media untuk bertanam.
Baca juga: Pemanfaatan Limbah Galon Untuk Membuat Pot Di SDN Ngelo Jatiroto, Inovasi Dan Edukasi Lingkungan
Dengan bertanam dengan sistem hidroponik masyarakat dapat menghasilkan bahan untuk pangannya sendiri. Selain itu, hasil dari bertanam hidroponik jika dipasarkan harganya lebih mahal karena termasuk dalam sayuran yang sehat karena tidak menggunakan pestisida pada saat proses bertanamnya.
Bertanam dengan sistem hidroponik juga dapat menghemat dalam penggunaan air karena penggantian air pada wadah dapat dilakukan seminggu sampai dua minggu sekali dan sayuran tidak perlu disiram lagi.
Sosialisasi dan workshop dilaksanakan pada 12 Agustus 2024 di Balaidesa Boto, Jatiroto. Kegiatan ini dihadiri Kelompok Wanita Tani Dusun Mipitan, Ketua RT dan RW Desa Boto serta beberapa perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Boto. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi atau pengenalan tentang hidroponik terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan workshop atau pelatihan pembuatan hidroponik dengan cara yang sederhana dengan alat dan bahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, seperti wadah, net pot, kain flanel, impraboard yang sudah dilubangi, benih kangkung yang sudah disemai selama seminggu, nutrisi AB mix dan juga air.
Peserta diberikan kesempatan langsung untuk belajar membuat hidroponik tersebut. Manfaat dari kegiatan yang sudah dilakukan, yaitu :
- Mengedukasi masyarakat setempat terkait cara penanaman dengan sistem hidroponik.
- Meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam pertanian modern.
- Peserta dapat memanfaatkan pengetahuan yang didapat untuk memulai usaha tani hidroponik sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga atau komunitas.
- Masyarakat dapat memproduksi sayuran segar sendiri sehingga dapat meningkatkan ketersediaan pangan.
- Menggunakan metode ramah lingkungan karena dapat mengurangi polusi tanah dan air.
- Akses langsung ke sayuran segar yang ditanam sendiri dapat meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.
Dari kegiatan yang sudah dilakukan disambut dengan baik dan antusias oleh masyarakat sekitar, bahkan diterima dengan baik oleh kepala desa setempat sampai kepala desa mewajibkan untuk setiap rumah membuat hidroponik sederhana ini untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan yang ada di Desa Boto. (Heris)












Komentar