Portalika.com [WONOGIRI] – Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) merupakan bentuk penegasan loyalitas dan soliditas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Slamet Riyadi.
KKN PPM diharapkan dapat lebih meningkatkan empati, kepedulian, kerja sama mahasiswa secara multidisipliner dan kontribusi daya saing daerah dan nasional, serta mendorong terciptanya learning community.
Pelaksanaan KKN PPM dijalankan sesuai aturan dari Universitas dan dilaksanakan secara berkelompok, KKN PPM Kelompok 22 dilaksanakan di Dusun Garon, Desa Jatipurwo, Wonogiri. Desa ini letaknya tidak terlalu jauh dari poros jalan utama Solo-Purwantoro.
KKN PPM kali ini mengusung tema Unisri ikut serta dalam penguatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di dukung penguatan daya saing ekonomi daerah. Salah satu program kerja dari kelompok yang merupakan program kerja individu dari mahasiswa KKN PPM, Andika Dio Prasetyo di Dusun Garon, Jatipurwo.
Limbah rumah tangga seringkali dianggap sebagai masalah lingkungan yang harus segera diatasi. Padahal, jika diolah dengan benar, limbah ini bisa menjadi sumber daya yang sangat bermanfaat, khususnya dalam bidang pertanian.
Pada pelaksanaan program kerja individu turut diundang beberapa pihak penting, termasuk aparat pemerintah desa seperti Kepala Desa, Sekretaris Desa, serta tokoh masyarakat seperti Ketua RT. Selain itu, sejumlah warga Desa Garon juga berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Dalam konteks ini, transformasi limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos cair merupakan salah satu solusi praktis yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga ekonomis.
Pupuk kompos merupakan salah satu cara paling alami dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Dibuat dari bahan organik seperti sisa sayuran dan buah, pupuk ini tidak hanya memberikan nutrisi penting bagi tanaman, tetapi juga membantu mengurangi limbah rumah tangga.
Pupuk kompos cair adalah langkah maju dalam dunia pertanian yang menawarkan berbagai keunggulan. Berasal dari kompos organik yang dimodifikasi menjadi bentuk cair, pupuk ini memberikan nutrisi secara langsung dan cepat ke tanaman.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pupuk kompos cair menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas lahan : (a) Meningkatkan Kesuburan Tanah, (b) Mengandung Nutrisi Lengkap, (c) Meningkatkan Aktivitas Mikroorganisme, (d) Ramah Lingkungan, (e) Meningkatkan Drainase Tanah.
Saat pemaparan materi, khususnya pada bagian alat dan bahan, perhatian audiens semakin meningkat. Beberapa tokoh masyarakat, yang tampak antusias, mengajukan pertanyaan seputar EM4, menunjukkan ketertarikan mereka untuk lebih memahami bahan utama dalam pembuatan pupuk kompos cair ini.
Selain itu, beberapa audiens lainnya juga menunjukkan minat yang besar dengan mengajukan pertanyaan seputar proses pembuatan ember tumpuk, baik dari segi pembuatan hingga mekanismenya. Diskusi ini semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai langkah-langkah praktis dalam pengolahan limbah rumah tangga.
Dalam pelaksanaan program pembuatan pupuk kompos cair ini, warga terlihat sangat antusias dan aktif berpartisipasi. Semangat mereka terlihat dalam setiap langkah, mulai dari pengumpulan bahan hingga proses fermentasi.
Komunikasi yang terjalin antarwarga juga sangat baik, membuat pelaksanaan program berjalan dengan lancar dan efektif. Kolaborasi yang terjalin menunjukkan keseriusan warga dalam mendukung program ini, serta keinginan kuat untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan bersama. (Heris)












Komentar