Portalika.com [SURAKARTA] – Walikota Surakarta, Respati Ardi mendampingi Wang Lutong, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia saat berkunjung ke wilayah Soloraya, Senin, 7 Juli 202). Museum Sangiran dan dua pabrik manufaktur di Sukoharjo disambangi terkait kemungkinan kerja sama investasi.
Kedatangan Wang Lutong bersama rombongan merupakan kunjungan balasan usai AD 1 A melakukan lawatan ke Tiongkok pada akhir Juni lalu. Kesempatan ini dimanfaatkan baik oleh Respati untuk menempatkan Solo menjadi fasilitator investasi di Soloraya.
“Solo siap jadi badan promotor Soloraya, menjadi hub etalase investasi-investasi di Solo Raya. Intinya para kepala daerah kompak, dan saya siap berkolaborasi dengan daerah sekitar,” tandas Respati.
Respati meminta Bupati Sragen, Sigit Pamungkas dan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani yang turut mendampingi sekaligus mengajak bersama kepala daerah di Subosukawonosraten untuk melakukan rapat koordinasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah masing-masing.
“Ya, terkait pengembangan Solo Raya, biar perencanaannya tepat sasaran dan sektoralnya tertata rapi,” ujarnya.
Usai meninjau Museum Manusia Purba Sangiran, rombongan Dubes Tiongkok bertolak ke PT Konimex dan PT Delta Dunia Tekstile 2. Di sana Wang Lutong menyampaikan komitmen pada Respati untuk menjadi mitra dalam industri.
“Mereka bukan kompetitor, tidak akan membanjiri produk impor dengan barang jadi, tetapi akan berkolaborasi dengan pabrik-pabrik di Solo Raya,” jelas Respati.
Walikota Surakarta itu optimis kerja sama bilateral ini akan membuka peluang terbukanya lowongan pekerjaan.
“Yang penting warga Solo bisa dapat pekerjaan yang layak jika wilayah Solo Raya mendapat investasi dari Tiongkok, karena Solo lah yang menjadi fasilitator yang menginisiasi adanya kerja sama ini,” lanjut Respati.
Program Sister City dan Sister School dengan Xi’an, Tiongkok hasil penjajakan Respati yang implementasinya menunggu arahan pemerintah pusat ini, meliputi kerja sama pendidikan sekolah vokasi dengan menghadirkan kurikulum baru mengenai electric vehicle, beasiswa pendidikan ke Tiongkok bagi warga Solo dengan kuota ratusan orang. Kerja sama dengan asosiasi pengusaha Tiongkok yang mendorong UMKM Solo tembus pasar negeri Tirai Bambu dan adanya rencana investasi di Solo untuk pembukaan pusat pengobatan tradisional Tiongkok. (Ariyanto)












Komentar