Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Erwin Aksa bersama jajaran Kadin Jawa Tengah dan para Ketua Kadin se-Solo Raya, menggelar kegiatan Belanja Bareng memeriahkan Solo Raya Great Sale (SRGS) di Pasar Gede Solo, Kamis pagi, 10 Juli 2025.
Rombongan start dari Balaikota Solo pukul 06.00 WIB dan langsung menyapa para pedagang serta pengunjung pasar yang sudah ramai sejak pagi.
Kegiatan ini merupakan simbol dukungan nyata dunia usaha terhadap pelaku UMKM lokal yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kita berkunjung ke Pasar Gede bersama teman-teman Kadin Solo dan Solo Raya dalam rangka Solo Raya Great Sale. Tujuannya mendorong pariwisata, perdagangan dan belanja. Alhamdulillah, penggunaan QRIS sudah masuk, pedagang tetap stabil, dan pembeli mendapat diskon dari penjual,” ujar Erwin Aksa.
Ia mengaku menikmati berbagai jajanan lokal seperti dawet dan makanan khas Pasar Gede lainnya.
Menurutnya, produk-produk lokal di pasar tradisional menjadi bukti nyata kualitas dan kekayaan produksi anak bangsa.
“Saya tidak melihat produk impor, semua produk lokal. Ini harus kita syukuri dan dukung terus,” tegasnya.
Erwin menekankan pentingnya promosi produk dalam negeri lewat kegiatan belanja langsung di pasar tradisional.
Keterlibatan tokoh-tokoh bisnis nasional juga diharapkan menjadi pemantik agar lebih banyak wisatawan datang, berbelanja dan menginap di Solo Raya.
Erwin menambahkan belanja bareng ini tidak sekadar seremoni, tapi bentuk komitmen konkret membangkitkan ekonomi kerakyatan.
“Dengan dukungan tokoh nasional, kita harap UMKM makin percaya diri dan produk lokal makin dikenal luas,” ujarnya. (Bahtiar)
Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Erwin Aksa menyatakan SRGS 2025 memiliki potensi besar menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Solo Raya Great Sale ini memberi insentif kepada pembeli selama sebulan penuh. Dengan begitu konsumsi meningkat, perputaran uang naik dan otomatis pertumbuhan ekonomi ikut terdorong,” ujar Erwin Aksa.
Ia menambahkan, keterlibatan pelaku usaha nasional dalam event semacam ini juga menjadi jembatan memperluas jaringan UMKM ke pasar lebih luas.
Menurut Erwin, dampak positif SRGS tidak hanya terlihat dari aspek belanja dan diskon, tapi juga dari meningkatnya minat wisatawan berkunjung dan menginap di wilayah Solo Raya.
“Pengusaha nasional bisa membawa pegawai dan keluarganya liburan ke Solo. Tujuh hari menginap, belanja, kulineran, dan menikmati situs sejarah. Ini langsung menggerakkan ekonomi lokal,” paparnya.
“Yang penting sekarang ini bagaimana menggerakkan dulu. Saya beli, belanjanya naik, konsumsi naik, otomatis pertumbuhan ekonomi juga naik,” tegasnya.
Erwin menyampaikan semangat kolaboratif antara Kadin Indonesia dan daerah menjadi modal kuat untuk membangun optimisme pelaku UMKM pascapandemi.
“SGS ini bukan sekadar diskon, tapi juga momentum kebangkitan ekonomi daerah,” tandasnya. (Bahtiar)












Komentar