Pelatihan Digital UMKM di Baturan: Dorong Daya Saing di Era Digital

Mahasiswa KKN Unisri Bekali UMKM Keterampilan Promosi Online

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] – Transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tetap bersaing di era modern. Pada 4 Agustus 2025, Dewinda Triardita, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri), menggelar pelatihan promosi online bagi pelaku UMKM di Desa Baturan, Colomadu, Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan membekali pelaku usaha dengan keterampilan digital, seperti pembuatan konten, strategi branding, pengelolaan media sosial, hingga penggunaan WhatsApp Bisnis dan platform marketplace.

Pelatihan ini dirancang praktis dan aplikatif. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan konten promosi, pengambilan foto produk yang menarik, serta simulasi strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. “Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM dan membuka peluang pasar lebih luas melalui platform digital,” ujar Dewinda Triardita, penggagas kegiatan. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong 30 juta UMKM masuk ekosistem digital pada 2024, seperti yang dilaporkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

banner 300x250

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sekitar 27 juta UMKM telah mengadopsi teknologi digital hingga Desember 2023. Namun, tantangan seperti kurangnya literasi digital dan keterbatasan sumber daya masih menjadi hambatan. Pelatihan ini menjadi salah satu solusi konkret untuk mengatasi kendala tersebut, dengan pendekatan langsung yang relevan dengan kebutuhan lokal. Peserta pelatihan, yang mayoritas pelaku UMKM di sektor kuliner dan kerajinan, antusias mengikuti sesi praktik, termasuk pembuatan konten kreatif menggunakan alat sederhana seperti ponsel pintar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan UMKM berkelanjutan yang berfokus pada digitalisasi dan kemandirian pelaku usaha lokal. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan komunitas UMKM lokal di Baturan menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi dan pelaku usaha. “Kami belajar cara membuat foto produk yang menarik dan memanfaatkan WhatsApp Bisnis untuk komunikasi dengan pelanggan,” ujar Siti, salah satu peserta pelatihan yang memiliki usaha makanan ringan. Program serupa juga telah terbukti meningkatkan pendapatan UMKM hingga 40% di beberapa daerah, seperti yang dicatat dalam program SiBakul Jogja.

Ke depan, pelatihan serupa diharapkan terus digalakkan untuk mendukung transformasi digital UMKM di Indonesia. Dengan peningkatan keterampilan digital, pelaku UMKM tidak hanya mampu menjangkau pasar yang lebih luas, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam menghadapi persaingan global. Inisiatif seperti ini menjadi langkah nyata menuju ekonomi inklusif, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengurangi ketimpangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penulis: Dewinda Triardita, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri)
Editor: Tri Wahyudi

Komentar