Melek Digital Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajarkan Siswa MI Muhammadiyah Pepe Jurus ‘Nge-komputer’

Lewat Program Inovatif, Mahasiswa Unisri Tanamkan Fondasi Teknologi Informasi untuk Generasi Muda di Klaten.

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Di era digital yang terus berkembang pesat, literasi teknologi menjadi bekal wajib bagi setiap individu, termasuk anak-anak. Menyadari pentingnya hal ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Muhammad Fikri Aliudin Al Ghufron, meluncurkan program edukasi yang berfokus pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pada 27 Juli 2025, Fikri melaksanakan program kerja individu bertajuk “Mengenal Dasar-dasar Teknologi Informasi” di kelas 5 MI Muhammadiyah Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten.

Fikri, yang berasal dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), memiliki tujuan utama untuk menumbuhkan keaktifan siswa dalam dunia teknologi dan mengenalkan program dasar TIK sejak dini. Ia menjelaskan bahwa pengenalan TIK di tingkat sekolah dasar tidak hanya mengajarkan cara mengoperasikan perangkat, tetapi juga menanamkan sikap bijak dan bertanggung jawab dalam penggunaannya. Anak-anak perlu memahami bahwa teknologi adalah alat untuk belajar dan berkreasi, bukan sekadar hiburan.

banner 300x250
Muhammad Fikri Aliudin sedang memberikan penjelasan tentang dasar-dasar komputer di depan para siswa. (Foto: Dok.)

Dalam program ini, siswa kelas 5 MI Muhammadiyah Pepe diperkenalkan pada berbagai keterampilan dasar TIK. Mereka diajarkan cara mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word, hingga berkreasi dengan program menggambar digital sederhana. Selain itu, Fikri juga menekankan pentingnya etika digital, seperti sopan santun saat berkomunikasi secara daring dan cara mencari informasi di internet dengan aman.

Sejumlah siswa terlihat antusias saat mempraktikkan cara mengoperasikan komputer atau laptop. (Dok.)

Melalui pembelajaran TIK ini, siswa memperoleh banyak manfaat. Mereka tidak hanya meningkatkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan kreatif, tetapi juga mulai terbiasa menggunakan teknologi sebagai sarana belajar. Program ini membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi tantangan di jenjang pendidikan selanjutnya dan menumbuhkan rasa percaya diri karena mampu mengoperasikan perangkat digital secara mandiri.

Pihak sekolah mengapresiasi inisiatif ini. Peran guru sebagai pendamping juga sangat penting, karena guru tidak hanya mengajarkan teknis, tetapi juga menjadi teladan dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Diharapkan, dengan bimbingan dari guru dan orang tua, siswa dapat menggunakan teknologi sebagai sarana untuk terus belajar, berkreasi, dan berkembang menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam dunia digital.

Penulis: Muhammad Fikri Aliudin Al Ghufron, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta

Komentar