Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, peserta KKN, Diah Retno Wati melaksanakan program kerja peningkatan ekonomi ibu rumah tangga melalui usaha ceker tanpa tulang di Desa Sumber Rejo, Troso, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.
Kegiatan bekerja sama dengan kelompok ibu-ibu PKK setempat. Program ini, menurut Diah, bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui usaha kreatif yang dapat dilakukan di rumah tanpa membutuhkan modal besar, atau yang dikenal dengan usaha ceker tanpa tulang.
“Kegiatan ini berfokus pada pemberian pelatihan keterampilan seperti usaha kuliner, dan pemasaran produk secara online, yang memungkinkan ibu rumah tangga untuk memulai usaha tanpa harus keluar rumah atau mengorbankan waktu keluarga,” katanya.
Menurutnya ada empat tujuan program yakni meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan memberikan kesempatan bagi ibu rumah tangga untuk mendapatkan tambahan penghasilan melalui usaha yang sederhana namun menguntungkan.
Kedua, pemberdayaan ibu rumah tangga dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam memulai dan mengelola usaha dengan biaya rendah dan risiko minim.
Ketiga, mengoptimalkan potensi digital yaitu mengajarkan ibu rumah tangga untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran produk mereka. Dan keempat peningkatan keterampilan manajerial, memberikan pemahaman tentang cara mencatat keuangan usaha, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dengan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Diah menyatakan pelaksanaan program didahului dengan sosialisasi program kepada ibu-ibu PKK di Desa Sumber Rejo untuk mengenalkan program dan tujuan kegiatan KKN.
“Pada kesempatan ini, diperkenalkan konsep usaha tanpa tulang yang dapat dijalankan dengan modal minim,” jelasnya.
Kemudian penyampaian pemasaran produk dengan mengajarkan cara memasarkan produk secara online menggunakan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
Diah mengatakan hasil yang diharapkan ibu-ibu PKK memiliki keterampilan, lebih percaya diri dan mulai memasarkan produk cemilan dan kerajinan ke pasar lokal dan online.
“Program ini tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat kemandirian dan rasa percaya diri ibu rumah tangga dalam mengelola usaha mereka untuk mendapatkan penghasilan,” jelasnya. (*)
Penulis: Diah Retno Wati, mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Editor: Triantotus












Komentar