Portalika.com [PEMALANG] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan kalkulator stunting untuk mempermudah deteksi dini pertumbuhan anak di Posyandu. Inovasi ini dikembangkan Mei Aviyani Handoyo Jathy dari jurusan Matematika bersama Tim KKN-T 160 Undip Tahun 2025.
Pembuatan kalkulator ini memanfaatkan data Permenkes Nomer 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, sehingga hasil pengukuran dipastikan akurat.
Pengguna cukup memasukkan data seperti nama, usia, jenis kelamin, dan tinggi badan anak untuk mengetahui kategori pertumbuhan, apakah normal atau berisiko stunting.
Alat ini diperkenalkan kepada kader Posyandu Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, melalui sosialisasi dan edukasi program Pemanfaatan Data Permenkes untuk Kalkulator Stunting pada pertemuan kader di rumah Ibu Kip, Kamis, 24 Juli 2025.

Dalam sosialisasinya, dijelaskan bahwa kalkulator stunting diharapkan dapat mempermudah kader dan orang tua dalam memantau pertumbuhan anak secara akurat.
Fungsinya bukan sebagai pengganti diagnosis medis, melainkan sebagai alat bantu. Penggunaannya diharapkan terus berlanjut dan dimanfaatkan oleh orang tua serta petugas kesehatan.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para kader Posyandu yang hadir. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai aspek terkait stunting dan cara penggunaannya.
Inovasi ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. (*)
Penulis: Mei Aviyani Handoyo Jathy, mahasiswa jurusan Matematika, Undip Semarang
Editor: Triantotus












Komentar