Tim 160 KKN Tematik Undip Dorong UMKM Kaliprau Bersaing Lewat Cerita dan Nilai Produk

banner 468x60

Portalika.com [PEMALANG] – Selama 40 hari, mulai 10 Juli hingga 19 Agustus 2025, Tim 160 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.

Berbagai program dijalankan untuk membantu masyarakat desa, salah satunya melalui Program Multidisiplin 4 dimana salah satu output yang dilakukan adalah sosialisasi yang bertajuk ‘Strategi Pemberdayaan UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Website Desa Kaliprau’.

banner 300x250

Berdasarkan hasil komunikasi dan wawancara Tim 160 KKN-T Undip dengan pelaku usaha setempat, pemasaran produk UMKM di Desa Kaliprau selama ini masih mendapati keterbatasan. Dalam memasarkan produk ataupun jasa, mayoritas pelaku usaha hanya mengunggah produk atau jasa di sosial media seperti Facebook disertai dengan deskripsi singkat dan informasi kontak yang bisa dihubungi.

Deskripsi produk atau jasa yang singkat dan kurang menarik membuat informasi yang disampaikan kepada publik kurang optimal, sehingga cukup berdampak pada minat konsumen. Sementara itu kondisi pasar yang penuh dengan produk serupa menuntut strategi yang berbeda agar mampu bersaing.

Hal ini mendorong tim KKN untuk memberikan solusi melalui pengenalan strategi pemasaran kreatif, salah satunya branding dengan storytelling.

Mahasiswi S1 Hubungan Internasional angkatan 2022, Puteri Cahya Ayu Fatikhah Amilia, atau yang akrab disapa Cahya, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Madrasah Nurul Ulum, Desa Kaliprau.

Portalika.com/Ist

Kegiatan ini diikuti pemuda-pemudi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Keduanya adalah organisasi pelajar di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan mengembangkan potensi pelajar sebagai kader NU di Desa Kaliprau dengan suasana yang kondusif dan interaktif.

Bersama enam rekan lainnya dari berbagai jurusan seperti Ilmu Ekonomi, Ekonomi Islam, Hukum, Akuntansi, dan Teknologi Pangan, Cahya membawakan materi tentang ‘Membangun Branding Produk UMKM dengan Storytelling dan SDGs’.

Dalam paparannya, Cahya menjelaskan bahwa storytelling bukan sekadar menceritakan produk, tetapi mengisahkan latar belakang, nilai, dan makna di baliknya agar pembeli merasa lebih terhubung. Di era saat ini, konsumen semakin peduli pada nilai di balik suatu produk seperti nilai keberlanjutan dalam produk eco-friendly yang mendukung kelestarian lingkungan.

Mengaitkan produk dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) tidak hanya memperkuat identitas dan citra positif, tetapi juga menambah daya tarik di mata konsumen yang peduli pada keberlanjutan.

Pendekatan ini mampu meningkatkan kredibilitas produk sekaligus memperluas jejaring, termasuk membuka peluang kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki visi serupa.

“Menyampaikan bahwa produk mendukung SDGs bisa menambah daya tarik, kredibilitas, dan kesempatan kolaborasi,” jelasnya.

Selain materi tentang storytelling, pemateri lain juga membahas topik penting seperti pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan merek dagang (Hukum), digital marketing (Ilmu Ekonomi), sertifikasi halal (Ekonomi Islam), pencatatan & pembukuan (Akuntansi), serta peran kemasan produk dalam branding (Teknologi Pangan).

Sebelum acara dimulai, peserta mendapatkan seminar kit berisi buku catatan, alat tulis, dan snack yang disediakan oleh Tim 160 KKN-T Undip agar lebih siap mengikuti materi. Di akhir sesi, tim KKN mengadakan kuis berhadiah untuk melihat pemahaman peserta.

Antusiasme tinggi terlihat ketika peserta mampu menjawab pertanyaan dengan baik dan tepat. Sebagai bentuk apresiasi, hadiah diberikan kepada lima peserta yang berhasil menjawab pertanyaan kuis dengan baik.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Dalam wawancara singkat setelah acara, peserta menyampaikan kesan positif, seperti keren dan bermanfaat. Selain sosialisasi, tim KKN juga memperkenalkan salah satu output lain dari program mereka, yakni pembuatan website Desa Kaliprau yang memuat berbagai informasi tentang Desa Kaliprau berikut juga dengan modul-modul yang menjadi output program dari Tim 160 KKN-T Undip, termasuk modul “Strategi Pemberdayaan UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Desa Kaliprau” yang dapat diakses oleh publik.

Melalui kegiatan ini, Cahya dan seluruh Tim 160 KKN Tematik Universitas Diponegoro berharap inisiatif yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kaliprau, serta menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan potensi UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (*)

Penulis: Puteri Cahya Ayu Fatikhah Amilia, mahasiswi S1 Hubungan Internasional angkatan 2022, Undip Semarang

Editor: Triantotus

Komentar