Mahasiswa KKN Unisri PGPAUD Ajarkan Semangat Belajar Ceria Pada Anak TK Mustika Persada

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Salah satu mahasiswa Jususan PGPAUD Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Talitha Widad Sabrina Darmaji melaksanakan KKN Di Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

Dia menyatakan program kerja bertajuk Bersama Anak, Belajar Ceria menjadi wadah pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak TK Mustika Persada.

banner 300x250

Melalui program KKN ini, Talitha berusaha memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan anak usia dini, dengan merancang dan melaksanakan program inovatif bertajuk Bersama Anak, Belajar Ceria.

TK Mustika Persada adalah sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang memiliki visi membentuk generasi cerdas, ceria, dan berkarakter. Melalui program bimbingan belajar (bimbel) dan edukasi, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan motivasi belajar sejak dini dengan suasana yang menyenangkan dan penuh keceriaan.

Hal ini sejalan dengan karakteristik anak usia dini yang belajar lebih optimal melalui pengalaman langsung, bermain, serta kegiatan interaktif yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dalam praktiknya, program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengasah keterampilan akademik dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, namun dikemas dengan metode kreatif agar tidak menimbulkan kejenuhan.

Portalika.com/Ist

Melalui media pembelajaran yang bervariasi, ujarnya, anak-anak diajak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya itu, kegiatan juga menekankan pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional, seperti kerjasama, berbagi, rasa percaya diri, serta kemampuan berkomunikasi dengan baik.

Talitha menyadari bahwa menumbuhkan semangat belajar pada anak usia dini bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan pendekatan yang sabar, konsisten, dan penuh kasih sayang agar anak merasa nyaman serta termotivasi untuk terus belajar.

Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan tidak hanya berpusat pada guru atau mahasiswa KKN, melainkan juga melibatkan peran guru TK, relawan, serta dukungan orang tua. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program karena pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari peran lingkungan sekitar, terutama keluarga.

Respon anak-anak TK Mustika Persada terhadap program ini sangat positif. Mereka lebih antusias, aktif, dan bersemangat dalam mengikuti setiap kegiatan. Sebagian anak yang awalnya masih malu-malu kini mulai berani tampil, bertanya, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi.

Guru-guru di TK itu juga merasakan manfaat dari adanya program ini, karena mendapat tambahan wawasan mengenai strategi pembelajaran kreatif yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Selain memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak, program ini juga memberikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa KKN.

Talitha mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, sekaligus melatih keterampilan mengajar, komunikasi, serta manajemen kelas. Ia juga belajar bagaimana menjalin kerja sama dengan pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Dia katakana hadirnya program Bersama Anak, Belajar Ceria, diharapkan tercipta sinergi antara pendidikan formal di sekolah dengan pendidikan nonformal di keluarga dan masyarakat.

Dia mengklaim program ini menjadi contoh bahwa kegiatan belajar tidak harus kaku dan membosankan, tetapi bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan mendalam bagi anak-anak usia dini.

Melalui program ini, Talitha dan tim KKN PGPAUD Unisri berharap dapat menanamkan semangat belajar yang positif pada anak sejak dini, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap proses belajar.

Dengan demikian, anak-anak TK Mustika Persada tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga bekal karakter, keterampilan sosial, dan sikap mental yang akan menjadi fondasi penting bagi jenjang pendidikan selanjutnya.

“Diperlukan pendekatan yang tepat, sabar dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman serta termotivasi untuk belajar secara konsisten,” ujarnya. (*)

Penulis: Talitha Widad Sabrina Darmaji, mahasiswa Jususan PGPAUD Unisri Surakarta, peserta KKN PPM di Klaten 

Editor: Suryono

Komentar