CERIA: Edukasi Anti-Bullying di SDN 2 Taskombang

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta terus berupaya menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Salah satunya diwujudkan melalui program individu yang dilaksanakan oleh Bambang Rujito, mahasiswa KKN Unisri, berupa Sosialisasi Anti-Bullying dengan tajuk CERIA (Cegah Perundungan, Raih Impian Anak).

banner 300x250

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 29 Juli 2025 di SDN 2 Taskombang dan diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas I hingga kelas VI. Jumlah peserta yang hadir memenuhi aula sekolah dan antusiasme mereka sudah terlihat sejak awal acara dimulai.

Tujuan utama program ini adalah mengenalkan konsep bullying secara sederhana kepada anak-anak, menjelaskan berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di sekolah, serta memberikan pemahaman mengenai dampak buruknya bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang saling menghargai, peduli, dan berani menolak segala bentuk perundungan.

Acara diawali dengan sambutan singkat dari perwakilan mahasiswa KKN yang menjelaskan maksud dan manfaat dari kegiatan sosialisasi ini.

Setelah itu, sesi penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan bahasa sederhana, gambar visual, serta contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

Portalika.com/Ist

Hal ini bertujuan agar siswa dari berbagai tingkatan kelas dapat lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.

Materi sosialisasi meliputi:

  1. Pengenalan Bullying – memahami apa itu bullying serta jenis-jenisnya, seperti bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying.
  2. Dampak Negatif Bullying – bagaimana perundungan dapat merusak kepercayaan diri, merugikan perkembangan psikologis, serta menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah.
  3. Peran Siswa – mendorong anak-anak untuk berani melawan bullying, baik sebagai korban maupun saksi, dengan cara yang tepat dan aman.
  4. Solusi dan Tindakan – langkah-langkah yang bisa dilakukan siswa ketika melihat atau mengalami bullying, seperti berani berbicara, melapor kepada guru, dan saling mendukung antar teman.

Untuk membuat kegiatan lebih menyenangkan, sesi penyuluhan dilengkapi dengan permainan interaktif, tanya jawab, serta role play (permainan peran). Dalam role play, beberapa siswa diminta untuk memerankan situasi sederhana terkait bullying, lalu bersama-sama mencari solusi terbaik.

Aktivitas ini membuat suasana semakin hidup dan anak-anak lebih mudah menyerap pesan yang disampaikan.

Antusiasme terlihat dari banyaknya siswa yang aktif bertanya, bahkan ada yang berani menceritakan pengalaman pribadi mereka di sekolah.

Para guru yang mendampingi juga turut memberikan penguatan agar siswa benar-benar menerapkan sikap anti-bullying dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir kegiatan, seluruh siswa diajak bersama-sama membaca komitmen anti-bullying dengan lantang, sebagai simbol tekad mereka untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh dengan sikap saling menghargai.

Tidak hanya itu, pesan-pesan inspiratif juga diberikan agar anak-anak berani bermimpi besar dan mewujudkan cita-citanya tanpa rasa takut akibat perundungan.

Melalui program CERIA ini, diharapkan SDN 2 Taskombang semakin mantap menjadi sekolah yang ramah anak, bebas dari bullying, dan menjadi tempat belajar yang menyenangkan.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membekas dalam diri siswa, sehingga mereka kelak menjadi generasi penerus bangsa yang peduli, empatik, dan mampu menumbuhkan lingkungan sosial yang sehat di manapun mereka berada. (*)

Editor: Suryono

Komentar