Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang tergabung dalam Kelompok 59 KKN-PPM 2025 menghadirkan program Posko Belajar di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten.
Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata di bidang pendidikan, khususnya dalam membantu anak-anak desa memperoleh pendampingan belajar tambahan di luar sekolah.
Posko Belajar dilaksanakan dua kali dalam seminggu, setiap Selasa dan Kamis sore, bertempat di Posko KKN Kelompok 59 yang menjadi pusat kegiatan mahasiswa.
Menurut Vania Alifia Narwastu, salah satu anggota kelompok KKN, agenda kegiatan meliputi bimbingan materi pelajaran sekolah, latihan membaca dan menulis, berhitung, hingga kegiatan literasi seperti membaca cerita bersama.
Mahasiswa juga menghadirkan variasi kegiatan kreatif, mulai dari menggambar, kuis edukatif, hingga permainan kelompok yang dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar sekaligus mengasah kerjasama.
Koordinator Kelompok 59 menjelaskan, program ini bukan sekadar belajar tambahan, melainkan juga wadah bagi anak-anak untuk menemukan suasana belajar yang menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak merasa belajar itu bukan beban, tetapi kegiatan yang bisa dinikmati bersama teman-teman. Karena itu, kami kombinasikan materi sekolah dengan kegiatan kreatif yang lebih interaktif,” ujarnya.
Kegiatan Posko Belajar disambut hangat oleh masyarakat. Setiap Selasa dan Kamis sore, posko KKN selalu dipenuhi anak-anak yang datang dengan semangat membawa buku tulis dan perlengkapan belajar.
Orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka mendapatkan bimbingan tambahan, terutama untuk mata pelajaran yang dianggap sulit.
“Anak saya jadi lebih semangat belajar. Kalau biasanya susah disuruh membuka buku di rumah, sekarang dia menunggu hari Selasa dan Kamis untuk ikut kegiatan bersama kakak-kakak mahasiswa,” ujar salah satu orang tua siswa.
Apresiasi juga datang dari kalangan guru sekolah dasar di Desa Sukorini. Salah seorang guru menyampaikan bahwa kegiatan Posko Belajar memberi dampak positif bagi siswa, terutama dalam menumbuhkan minat belajar di luar kelas.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Anak-anak yang biasanya pasif di sekolah, ternyata menjadi lebih aktif saat mengikuti kegiatan bersama mahasiswa. Hal ini bisa mendorong mereka lebih percaya diri ketika belajar di kelas,” jelasnya.
Dengan adanya Posko Belajar, suasana Desa Sukorini kini semakin hidup setiap Selasa dan Kamis sore. Anak-anak tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda, lebih interaktif, dan menyenangkan. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda Desa Sukorini untuk terus semangat dalam menuntut ilmu dan meraih prestasi. (*)
Editor: Suryono












Komentar