Portalika.com [WONOGIRI] – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Budi Utomo Jatipurno resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 1 September 2025 bertempat di Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Bairuha’, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.
Keberadaan SPPG itu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak bangsa mulai diwujudkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Wonogiri. Peluncuran dihadiri Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, SH yang menyerahkan nasi bergizi kepada murid SDIT Budi Utomo.
Momen tersebut sekaligus menjadi tanda dimulainya pelayanan program MBG di bawah koordinasi Yayasan Budi Utomo. Ketua Yayasan Budi Utomo Jatipurno, Aris Setiawan, SH, mengungkapkan pihaknya kini mulai melayani sebanyak 3.235 murid PAUD, SD, dan SMP penerima manfaat program MBG di Kecamatan Jatipurno.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo, tetapi juga wujud nyata kepedulian yayasan terhadap peningkatan kualitas gizi generasi muda.
“Untuk sementara ini sasaran kami memang baru menjangkau anak sekolah. Namun kami mohon doa restu, dalam waktu dekat juga siap menjangkau kelompok ibu hamil [bumil] dan ibu menyusui agar cakupan layanan semakin luas,” jelas Aris.
Peluncuran program semakin bermakna ketika Wabup Imron tidak hanya menyerahkan makanan, tetapi juga menyuapi salah satu murid kelas II SDIT Budi Utomo, sambil memberikan pesan motivasi agar anak-anak rajin belajar demi meraih cita-cita.
Kehadiran orang nomor dua di Wonogiri itu menambah semangat baik bagi pengurus yayasan, para guru, maupun para penerima manfaat. Wabup Imron menyampaikan Kabupaten Wonogiri sejatinya membutuhkan sekitar 77 dapur SPPG untuk bisa memenuhi target program MBG.
Namun, hingga saat ini baru ada 19 dapur yang aktif beroperasi. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Wonogiri, kami sangat mendorong agar semakin banyak lembaga dan yayasan terpanggil ikut serta dalam program yang dicanangkan Presiden Prabowo ini. Semakin banyak lembaga yang terlibat, semakin cepat pula kita mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
Wabup mengapresiasi pengurus Yayasan Budi Utomo dan Ponpes Bairuhag yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung peningkatan gizi generasi bangsa. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama penentu daya saing bangsa.
Selain itu, Wabup juga menekankan bahwa program MBG bukan hanya soal makan gratis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kecerdasan anak. Dengan gizi yang baik, anak-anak diharapkan dapat tumbuh sehat, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global. (Tarmin)












Komentar