Generasi Muda Diminta Jadi Aktor Utama Perubahan Lewat Ekonomi Islam

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Ruhul Iqtishad Staimas Wonogiri menggelar kajian online dengan tema Generasi Muda Didukung Jadi Aktor Utama Perubahan Lewat Ekonomi Islam, Sabtu, 27 September 2025 secara daring. Acara ini menghadirkan Sidiq Dwi Prasetyo, Koordinator Regional Jawa Tengah sekaligus Presidium Nasional Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), sebagai pemateri.

Sidiq menegaskan generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton, melainkan harus tampil sebagai aktor utama dalam membawa perubahan, khususnya di bidang ekonomi Islam.

banner 300x250

“Ekonomi Islam merupakan sistem pengelolaan sumber daya yang berlandaskan Alquran, hadits dan prinsip syariah. Tujuannya bukan sekadar keuntungan materi, melainkan mencapai falah atau kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Ia menyoroti kondisi ekonomi global yang tengah diwarnai berbagai tantangan, mulai dari inflasi tinggi, utang negara, kesenjangan sosial, hingga kerusakan lingkungan. Menurutnya, Islam hadir dengan tawaran solusi nyata melalui prinsip keadilan, zakat, wakaf, serta sistem bagi hasil (profit-loss sharing).

“Etika adalah fondasi utama dalam ekonomi Islam. Tanpa moralitas, bisnis akan mudah terjerumus pada praktik eksploitasi dan ketidakadilan,” tegasnya.

Ia juga membandingkan, jika kapitalisme cenderung mengejar keuntungan dan sosialisme berpusat pada negara, maka ekonomi Islam menekankan keseimbangan antara individu, sosial, dan spiritual.

Sidiq mendorong mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan. Kontribusi bisa diwujudkan dengan mempelajari ilmu ekonomi Islam secara mendalam, aktif berorganisasi, menulis karya ilmiah, menggunakan produk halal, hingga menjadi teladan moral dalam kehidupan sehari-hari.

“KSEI adalah langkah kecil, tetapi bisa menjadi awal dari jalan besar menuju kontribusi untuk umat. Jangan puas hanya jadi penonton. Mari kita jadi bagian dari solusi nyata melalui ekonomi Islam,” tandasnya. (Nadhiroh)

Komentar