IJM Langkat Sumut Ajak Membangun Generasi Z Berilmu dan Berakhlak di Era Digital

banner 468x60

Portalika.com [LANGKAT, SUMATERA UTARA] – Institut Jam’iyah Mahmudiyah (IJM) Langkat, Sumatera Utara, sukses menggelar Stadium General Nasional bertajuk ‘Pendidikan Islam di Era Digital: Membangun Generasi Z yang Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya Saing Global’, Sabtu, 1 November 2025, secara online dan offline. Acara berlangsung di Aula Syekh Muhammad Ziadah ini dibuka Rektor IJM Langkat, Dr Muhammad Saleh, SHI, MA, sebagai komitmen institusi dalam merespons tantangan pendidikan Islam di tengah transformasi digital.

Muhammad Saleh menegaskan pentingnya pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga penguatan karakter dan spiritualitas.

banner 300x250

“Teknologi hanyalah wasilah (alat), bukan tujuan akhir. Tujuan pendidikan tetaplah membentuk insan yang berilmu dan bertakwa,” ujarnya.

Empat Narasumber

Rektor Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan, Dr Ali Ridho, MSi membuka sesi dengan subtema ‘Penguatan Nilai Keilmuan dalam Pembelajaran Islam Modern.’ Ia menekankan hakikat ilmu dalam Islam tidak sekadar rasional-empiris, tetapi juga spiritual dan etis.

“Ilmu dalam Islam adalah jalan menuju ketaatan kepada Allah. Karena itu, pendidikan modern harus mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum melalui kurikulum yang tematik dan kolaboratif,” jelasnya.

Ia juga mengusulkan pemanfaatan teknologi digital bernuansa islami seperti Learning Management System (LMS) dengan fitur tadarus dan refleksi ayat sebagai inovasi pembelajaran abad ke-21.

Dosen Fakultas Tarbiyah IAI Nazhatut Thullab Sampang Madura, Dr Moh Thoyyib Madani, MA, mengulas pentingnya membangun akhlak dan spiritualitas generasi muda di tengah arus teknologi. Ia menekankan perlunya interaksi tatap muka dan keteladanan (uswah hasanah) untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional.

Sedangkan Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Mulia Astuti Wonogiri, Dr Amir Mukminin, MPd membahas tantangan dan peluang pendidikan Islam di era disrupsi digital. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam perlu menyiapkan SDM adaptif yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki daya kritis dan kesadaran etik dalam penggunaannya.

Ketua Prodi MPI IJM Langkat, Dr Novita Sari, MPd menutup sesi dengan paparan ‘Strategi Meningkatkan Daya Saing Global Generasi Z di Era Modern dan Teknologi.’ Ia mendorong integrasi keterampilan 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication) serta sertifikasi ganda bagi mahasiswa agar siap bersaing di tingkat internasional.

Melalui diskusi ini, para pemateri sepakat bahwa keberhasilan pendidikan Islam di era digital terletak pada kemampuan mengembalikan fungsi ilmu sebagai jalan menuju Allah sekaligus menyelaraskannya dengan kebutuhan zaman.

Acara yang juga disiarkan melalui Zoom Meeting ini menegaskan bahwa IJM Langkat berkomitmen menjadi pelopor pendidikan Islam berbasis digital yang tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual, melahirkan generasi muda berilmu, berakhlak, dan siap berkompetisi di kancah global. (Nadhiroh)

Komentar