Gerakan Keluarga Maslahat Paranggupito, Keluarga sebagai Madrasah Pertama

banner 468x60

(Portalika.com/Haryanto)

Portalika.com [WONOGIRI] – Suasana hangat terasa di Majelis Taklim Jambu Weru, Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Puluhan jamaah antusias mengikuti kegiatan Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) yang digelar Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Paranggupito.

banner 300x250

Kegiatan ini dihadiri oleh penyuluh agama Islam, staf KUA, tokoh masyarakat Desa Songbledeg, serta para jamaah majelis taklim. Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Paranggupito, Ari Priyono, SHI, MPd hadir sebagai pemateri dengan mengusung tema ‘Mengoptimalkan Fungsi Keluarga sebagai Madrasah Pertama bagi Anak.’

Ari menegaskan keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter dan keimanan anak. “Keluarga muslim harus proaktif menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks agar pendidikan anak tetap relevan dan efektif dalam membentuk generasi tangguh,” ujarnya.

Ia kemudian menawarkan lima kiat praktis bagi orang tua di era digital. Pertama, literasi dan kontrol teknologi, yakni membimbing anak agar bijak menggunakan gadget dan internet.

Kedua, melibatkan anak dalam pengambilan keputusan keluarga untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Ketiga, memprioritaskan waktu berkualitas bersama anak guna mempererat ikatan emosional dan mendukung perkembangan mereka.

Kiat keempat, lanjut Ari, adalah membimbing anak dalam memilih teman dan komunitas yang positif untuk membangun karakter Islami. Terakhir, memperkuat dialog terbuka tentang nilai-nilai dan jati diri Islami, agar anak memiliki keteguhan menghadapi arus perubahan sosial.

Melalui kegiatan GKM ini, para penyuluh menegaskan peran strategis keluarga sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anak. “Penyuluh agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Kami berharap jamaah mampu mewujudkan keluarga Islami yang tangguh di era modern,” tutur Ari.

Acara berlangsung penuh keakraban, diselingi tanya jawab ringan dan refleksi pengalaman para jamaah. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa membangun keluarga maslahat bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga bagian dari dakwah sosial di tengah masyarakat. (Lilis Ambarwati/*)

Editor; Triantotus

Komentar