Portalika.com [WONOGIRI] — Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Wonogiri bersama Kankemenag Wonogiri menggelar kegiatan Gebyar Musabaqoh Hari Santri Tahun 2025 akhir pekan kemarin di Masjid Agung Attaqwa Kabupaten Wonogiri dan Aula PLHUT Kemenag Wonogiri.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri 2025 yang bertujuan menguatkan tradisi keilmuan pesantren melalui ajang kompetisi antar-santri se-Kabupaten Wonogiri.
Acara dibuka Kepala Kankemenag Wonogiri, H Hariyadi dan dihadiri Ketua FKPP KH Sutrisno Yusuf, pejabat di lingkungan Kemenag, Pimpinan Ponpes dan ratusan santri. Hariyadi menegaskan santri memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa sejak masa perjuangan hingga saat ini.
“Santri adalah penjaga peradaban. Pesantren sejak dahulu menjadi pusat ilmu, pusat akhlak, dan pusat perjuangan. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir santri-santri yang tidak hanya cerdas, tetapi juga membawa nilai moderasi dan kedamaian,” ujarnya.
Sedangkan Kasi Pendidikan dan Keagamaan Islam (Pakis), H Mursidi, menyampaikan kegiatan disusun berdasarkan juknis dan melibatkan cabang lomba yang relevan dengan tradisi pesantren.
“Gebyar Musabaqoh ini menjadi ruang bagi santri Wonogiri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, baik dalam bidang keilmuan seperti Qiroatul Kutub, hafalan Alquran, hingga kemampuan berbahasa Arab dan Inggris,” jelasnya.
Adapun cabang lomba yang diselenggarakan meliputi Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK), Musabaqoh Syarhil Quran, Lomba Pidato Bahasa Arab, Lomba Pidato Bahasa Inggris dan Musabaqoh Hifdzil Quran.
Menurut H Mursidi, rangkaian kegiatan Hari Santri tahun 2025 di Kabupaten Wonogiri telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti kegiatan cek kesehatan gratis di setiap lingkungan pondok pesantren kepada santri dan pengasuhnya bekerja sama dengan puskesmas.
Telah diselenggarakan pulan kegiatan ro’an santri atau kerja bakti di pondok, doa bersama, Apel Hari Santri yang dipusatkan di Kecamatan Purwantoro dan Halaqoh Kebangsaan.
Sedangkan Ketua FKPP Kabupaten Wonogiri, KH Sutrisno Yusuf yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Kismantoro berharap gebyar musabaqoh santri ini mampu menumbuhkan generasi santri yang unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, dan siap berkontribusi untuk masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada santri, kiai, dan pesantren yang telah berkontribusi besar bagi Indonesia. Seluruh lomba berlangsung tertib di bawah penilaian dewan hakim. (Nadhiroh)












Komentar