Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng, Ir Saiful Bahri MKom menyadari bahwa Unisri dibidang riset khususnya luarannya belum menggembirakan. Ini bisa dilihat dari dasboardnya Lembaga Layanan Pedidikan Tinggi (LLDikti) 6, luaran-luaran yang di hasilkan oleh para dosen masih terbilang rendah.
“Karena itu Unisri berkomitment bagaimana meningkatkan kinerja dosen di bidang riset dan pengabdian masyarakat,” ujar dia dalam siaran pers belum lama ini.
Penegasan itu disampaikan saat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng menggelar Riset Fair Nasional (Refanas) bertema Internasionalisasi Penelitian dan Publikasi Ilmiah Menuju Akreditasi Unggul, di Gedung H ruang seminar lantai 5 baru-baru ini.
Salah satu programnya, papar Saiful, adalah mewajibkan seluruh dosen untuk melakukan penelitian wajib walaupun dananya sedikit. Dan adanya penelitian yang sifatnya kompetisi yang sifatnya nasional dan kolaborasi internasional.
Ini dinilai merupakan upaya intensif pihaknya melakukan pendampingan pendampingan di bidang riset ini. “Kami berharap tahun depan seluruh dosen di Unisri mengikuti penelitian wajib,” tegas dia.
Sementara itu Ketua Pelaksana, Dr Ahmad Mustofa STP MSi dalam laporannya mengatakan kegiatan Refanas ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka yakni Kepala Lembaga Layanan Pedidikan Tinggi (LLDikti) VI, Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi MPd dan Kepala Departemen Sistem Informasi UKSW, Prof Dr Kristoko Dwi Hartomo SKom MKom.
Dia menyebutkan seminar ini merupakan hasil penelitian reguler dari seluruh dosen di Unisri. Menurut data para dosen yang melakukan penelitian secara reguler tahun 2025 ada 134, terbagi menjadi dua yakni ilmu eksak dan ilmu sosial. Untuk ilmu sosial ada berbagai ragam yakni dari bidang hukum, bidang ekonomi dan bidang pendidikan serta bidang sosial politik.
Dari 134 itu ada 20 dosen yang bisa memperoleh dana kolaboratif baik itu yang nasional maupun internasional sehingga memperoleh pendanaan yang jauh lebih besar.
“Kami berharap hasil penelitian ini endingnya akan menghasilkan luaran yang sesuai seperti tema yaitu internasionalisasi. Jadi harapan kami dalam penelitian ini memghasilkan luaran di jurnal internasional atapun minimal di sinta 2 maupun sinta 1. Dan harapannya itu menjadi track record bagi seluruh dosen sehingga bisa untuk meningkatkan akreditasi prodi, meningkatkan nilai sinta masing masing dan track record dalam perolehan dana penelitian dari Dikti seperti yang nanti akan disampaikan oleh narasumber. Tanpa adanya track record penelitian maka kita akan kesulitan untuk memperoleh dana luar,” papar Ahmad. (Iskandar)












Komentar