GPM, Intervensi Pemerintah Untuk Memastikan Ketersediaan Bahan Pokok dan Menjaga Stabilitas Harga

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus menstabilkan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri 2026.

banner 300x250

Kegiatan diawali dengan Gerakan Pangan Murah serentak se-Jawa Tengah melalui teleconference yang dipusatkan di Pendapa Kecamatan Serengan. Teleconference tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan diikuti 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Astrid mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Ini merupakan salah satu intervensi dari pemerintah yang didukung Bank Indonesia dan seluruh tim pengendalian inflasi daerah untuk memastikan ketersediaan logistik, khususnya komoditas bahan pokok, tetap terjaga dan harga-harga stabil di Kota Surakarta,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program pangan murah tersebut karena komoditas yang dijual tidak hanya lebih terjangkau, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas.

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan pangan murah ini. Harganya terjangkau, tetapi kualitasnya tetap dijaga karena ini hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, Bulog, hingga para pemasok dan pelaku usaha pangan,” kata Astrid.

Usai mengikuti teleconference, Astrid meninjau sejumlah stan Gerakan Pangan Murah yang menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah pasaran, di antaranya beras SPHP Rp11.400/kg, beras medium Rp13.000/kg, minyak goreng Rp16.000/liter, gula pasir Rp16.500/kg, serta telur Rp27.000/kg, selain juga tersedia aneka sayur segar.

Menurut Astrid, pemerintah terus memantau dinamika harga sejumlah komoditas, terutama menjelang momentum hari besar yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.

“Memang biasanya ada kenaikan pada komoditas tertentu seperti cabai karena permintaan meningkat. Namun kami terus berupaya bersama Bank Indonesia dan Satgas Pangan untuk memastikan stok tetap tersedia, termasuk menambah pasokan dari daerah penghasil,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara umum ketersediaan dan harga sejumlah komoditas utama seperti daging ayam, telur, dan minyak goreng di Kota Surakarta masih relatif aman dan stabil. (Ariyanto)

Komentar