Portalika.com [SUKOHARJO] – Pimpinan Cabang Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Sukoharjo menggelar Pembukaan Rutinan Ngaji Selapanan MDS Rijalul Ansor sekaligus memperingati Harlah ke-92 GP Ansor yang bertempat di Masjid Talijagat, Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Senin, 4 Mei 2026.
Kegiatan dalam rangka memperkuat tradisi keilmuan, spiritualitas, dan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan kader muda Nahdlatul Ulama itu dihadiri jajaran pengurus PC GP Ansor Sukoharjo, pengurus MDS Rijalul Ansor tingkat cabang, Pengurus PAC GP Ansor se-Kabupaten Sukoharjo, serta kader Ansor-Banser.
Rutinan Ngaji Selapanan MDS Rijalul Ansor ini menjadi salah satu program unggulan PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Sukoharjo dalam membangun tradisi intelektual dan spiritual kader Ansor secara berkelanjutan.
Program ini juga dirancang sebagai sarana konsolidasi organisasi dan penguatan jaringan antar-PAC MDS Rijalul Ansor di seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Dahwan Asqolani menegaskan kegiatan selapanan ini bukan hanya sekadar agenda rutin keagamaan, tetapi juga bagian dari gerakan membangun kualitas kader Ansor yang religius, berilmu, dan tetap berpijak pada tradisi ke-NU-an.
“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keagamaan kita, tetapi juga memberi kesempatan kepada PAC di tingkat kecamatan untuk mengadakannya. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus hidup dan berkembang di seluruh wilayah Sukoharjo sebagai wadah penguatan kaderisasi spiritual dan intelektual,” ujarnya.
Ia juga menambahkan momentum Harlah ke-92 GP Ansor harus dijadikan refleksi bersama untuk memperkuat khidmat organisasi terhadap umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Ketua PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Sukoharjo, Ridwan menyampaikan program Ngaji Selapanan memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran dan pemahaman dasar keagamaan di kalangan kader Ansor.
Menurutnya, masih terdapat kader di tingkat kecamatan yang membutuhkan pendampingan dalam penguatan literasi Alquran dan pemahaman ilmu agama dasar. Karena itu, MDS Rijalul Ansor hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan pengajian rutin dan pembelajaran langsung.
“Kami memberikan kesempatan kepada para alumni pondok pesantren untuk membantu menyukseskan program ini dan mengajar di sana. Ini menjadi bentuk pengabdian kader pesantren kepada organisasi dan masyarakat,” tegasnya.
Ridwan juga menjelaskan kegiatan Ngaji Selapanan Kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jama’ah ke depan akan dilaksanakan secara bergilir atau keliling di 12 PAC GP Ansor se-Kabupaten Sukoharjo. Program tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan kader serta menghidupkan tradisi pengajian kitab di tingkat kecamatan.
“Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergilir di 12 PAC GP Ansor se-Kabupaten Sukoharjo agar semangat mengaji, berdzikir, dan penguatan Aswaja dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kader,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ahmad Nur Islah menekankan pentingnya membangun budaya literasi agama dan pemahaman fikih di tingkat PAC maupun PC sebagai pondasi penguatan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Selain pemberantasan buta huruf melalui mengaji Alquran, kami mengharapkan adanya kajian fikih sebagai dasar pengetahuan keagamaan di tingkat PAC. Sementara itu, untuk tingkat PC, fokus pada penguatan Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.
Dalam kegiatan rutinan mengkaji Kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jama’ah karya KH Ali Maksum Krapyak dipimpin langsung Ahmad Nur Islah.
Kitab tersebut dikenal sebagai salah satu referensi penting dalam tradisi Aswaja karena memuat dalil-dalil kuat dari Alquran, hadis, serta pendapat para ulama terkait amaliyah tradisional warga Nahdlatul Ulama seperti tahlilan, ziarah kubur, talqin mayit, dan berbagai tradisi keagamaan lainnya yang telah berkembang di tengah masyarakat.
Melalui kajian kitab tersebut, para kader diharapkan mampu memahami dasar-dasar amaliyah Aswaja secara ilmiah dan argumentatif sehingga dapat memperkuat keyakinan sekaligus menjawab berbagai tantangan pemikiran keagamaan di tengah masyarakat.
PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Sukoharjo berharap lahir kader-kader muda NU yang tidak hanya aktif dalam gerakan sosial dan organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu agama, kuat dalam amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah, serta siap menjaga tradisi Islam moderat di tengah masyarakat. (Arinto DS/*)
Editor: Suryono












Komentar