Portalika.com [SUKOHARJO] – Polres Sukoharjo menggelar kegiatan Safari Kamtibmas tahun 2026 di Pendopo Kantor Kecamatan Gatak, Selasa, 5 Mei 2026 malam. Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
Kapolres Sukoharjo yang diwakili Wakapolres AKBP Pariastutik, SH, hadir Camat Gatak, Wanto, SSos, Kapolsek Gatak, AKP Hadi Sumaryono, SH, MH, Danramil 07 Gatak, Mayor Inf. Suroso, serta perwakilan kepala desa, BPD, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Gatak.
Camat Gatak Wanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Safari Kamtibmas sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Secara umum situasi wilayah Gatak aman dan kondusif berkat dukungan Forkopimcam, kepala desa, serta peran aktif tokoh masyarakat. Namun masih ada beberapa persoalan, seperti kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan jalan,” ujarnya.
Wakapolres Sukoharjo, AKBP Pariastutik menegaskan Safari Kamtibmas menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Kami berharap bapak ibu dapat menyampaikan permasalahan yang ada. Jika bisa kami jawab langsung akan kami jawab, jika belum akan kami catat dan sampaikan kepada Kapolres untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Dalam sesi dialog interaktif, warga menyampaikan sejumlah persoalan kamtibmas. Aris Sudibyo, warga Wironanggan, mengeluhkan tingginya angka kecelakaan di ruas jalan Klewer–Stasiun Gawok dan meminta tambahan rambu serta lampu peringatan.
Menanggapi hal tersebut, Kasatlantas Polres Sukoharjo menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk penambahan fasilitas keselamatan jalan.
Ia juga menegaskan pihak kepolisian telah melakukan langkah antisipasi dan penindakan terhadap balap liar di wilayah Gatak dan Kartasura.
“Kami juga mengimbau peran orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat balap liar,” jelasnya.
Permasalahan lain yang mencuat adalah pengelolaan sampah di sekitar Pasar Gawok. Warga mengeluhkan masih adanya pembuangan sampah ke sungai serta kurangnya fasilitas tempat pembuangan.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Geneng, Hj Suprapti menyebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya, seperti pemasangan imbauan dan sosialisasi kepada warga, meski pelanggaran masih kerap terjadi, terutama oleh warga luar daerah.
Wakapolres Sukoharjo kemudian meminta jajaran terkait untuk mengawal penanganan persoalan tersebut serta mendorong koordinasi lintas instansi.
“Kami mohon permasalahan ini dikomunikasikan dengan pihak terkait. Jika ada gangguan kamtibmas seperti balap liar, masyarakat dapat langsung menghubungi layanan 110 agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Selain itu, Kepala Desa Trangsan, Mujiman menawarkan solusi pengolahan sampah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sementara Camat Gatak menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan sistem iuran dalam pengelolaan sampah.
Safari Kamtibmas merupakan program rutin Polres Sukoharjo sebagai upaya proaktif menjaga kondusivitas wilayah, mempererat silaturahmi, serta mencari solusi bersama atas berbagai persoalan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. (Prasetyo/*)
Editor: Triantotus












Komentar